09-11-2010, 08:36 AM
(09-11-2010, 08:19 AM)stasiunkastephanie Wrote: Kapan ya KKW di sini bisa kayak di Jepang sono?
Melihat postingan di trit sebelah:
(05-11-2010, 10:50 PM)chikatetsu Wrote: nambahin gan, gerbong khusus wanita sekarang terletak di bagian paling belakang (khusus metro) dan hanya pagi hari saja pas sebelum jam 9. jalur yang ada fasilitas ini biasanya memang jalur yang padat seperti hibiya line(saking padatnya sampai ga perlu usaha banyak buat masuk gerbong, karena didorong dari antrian dibelakang kita, hehe). kereta ini untuk melindungi wanita dari pelecehan. kalau ada co yg melanggar aturan sanksinya di turunkan oleh petugas, hal ini dialami temen ane 2 hari yg lalu, karena buru2 dia masuk gerbong ce, ce didalem pada bisik2 emen ane cuek aja, ga lama dateng petugas dan nyuruh temen ane keluar, ga diapa-apain sih, cuma malunya itu,
Kl masalah pelecehan, di jepang berat sanksinya, kalau terbukti dendanya 300.000yen (30jt) dan kalau gaijin (orang asing) pasti di deportasi dan black list di imigrasi jepang.
Sebenarnya, kalo diadakan di Indonesia, saya se7 sekali, cuman tergantung bagaimana membina moral SDM kita sekarang. Kalo pembinaan moral SDM negeri kita berhasil, mungkin ke depannya KKW (a.k.a. Kereta Khusus Wanita) ini akan efektif, & mungkin dapat berlaku di seluruh RI. CMIIW.
Saya sendiri setuju dengan pernyataan ini, di mana SDM pengguna (saya kurang suka menyebut penumpang) jasa kereta api itu sendiri perlu diarahkan agar tertib selama menggunakan jasa kereta api.
Mengenai penempatan KKW di Jabodetabek yang seperti jalur Tokyu Den-en-toshi dan Hanzomon di mana terdapat 2 kereta KKW pada 1 rangkaian, saya rasa pemberlakuannya agak berlebihan, di mana sebaiknya KKW tidak diberlakukan secara permanen seperti sekarang namun hanya pada jam-jam tertentu yang potensial menimbulkan peluang kejadian pelecehan seksual seperti jam sibuk (06.00 - 09.00 dan 16.00 - 19.00), dan di setiap jam hanya diberlakukan 1 KKW saja (di kereta paling depan atau kereta terakhir) agar tidak terjadi peristiwa pengganjalan pintu di kereta tengah karena penumpukan penumpang di bagian tengah rangkaian.
Sayangnya pengguna jasa KKW yang wanita dari pengamatan saya sebagian besar malah lebih menyukai naik di kereta non KKW karena pengguna KKW itu sendiri juga banyak yang masih melanggar aturan di dalam kereta KKW (duduk lesehan dan menggunakan kursi lipat, padahal sudah ada larangannya).
CMIIW.




![[Image: 2r56iya.jpg]](http://i56.tinypic.com/2r56iya.jpg)