15-12-2010, 07:20 AM
(15-12-2010, 12:54 AM)ahmadi Wrote:Sebaiknya jangan tarik Holec dulu dari peredaran, sebelum ada penggantinya.
Sebelum ada pembatalan 43 KRL BOO-JAKK/THB (mayoritas KRL Eko yang dibatalkan) saja masih belum sanggup mengangkut penumpang dengan optimal. Buktinya okupansi selalu diatas 100%. Apa gak kelihatan??? Apalagi setelah ada pembatalan??? Dengar kabar katanya uang PSO tahun 2010 belum turun (sekitar 400 M). Makin kacau,,
Saya makin heran sama pemerintah, di satu sisi menggalakan transportasi massal, macam KRL. Sampai mau menerapkan pajak progresive,penghapusan BBM bersubsidi, Tarif Parkir, dll. Disisi lain malah membunuh transprtasi massal (KRL).
Saya belum tahu pasti apakah seluruh Holec benar-benar dihapuskan dari perka KRL ekonomi, tetapi indikasinya mulai jelas karena kehandalannya saat ini sudah berkurang dibandingkan di masa-masa awal dinasannya.
Kemungkinan besar pemerintah sendiri memiliki tujuan yang benar tetapi ada kesalahan dari segi pelaksanaan sehingga pencanangan transportasi massal umum kurang mendapat tanggapan dari masyarakat.
(15-12-2010, 07:09 AM)Logawa_exp Wrote:nah loooo....
Katanya KRL EX bagus...
Katanya KRL EX keren...
Katanya KRL Ex handal..
Katanya.... .....
ya beginilah kalo kita beli barang second..jaminan Purna Jualnya tidak ada, atau sangat minim, komponen juga sudah jarang di jual...
seharusnya pemerintah atau PT.KCJ tanggap...
harga naik ga masalah, asal pelayanan bagus dan maksimal..
Beli baru emang mahal, tapi jaminan kualitas terjaga...
Kalo belum percaya Produk dalam negeri, ya mau impor silahkan, tapi bangsa kita tidak akan pernah maju kalo hanya impor..
Kira-kira sampai kapan pembatalan ini??
apakah menunggu KRL baru datang???
dan langsung di pakai untuk mengangkut sampai Overload dan jika kemudian ada masalah langsung di cap JELEK/ BOBROK ???
Pembatalannya kemungkinan besar dilakukan selama hari kerja dalam minggu ini, karena PT. KAI sendiri sedang memeriksa rangkaian-rangkaian yang berpotensi menimbulkan masalah saat dinasan.
Sebenarnya antara impor KRL bekas dengan merakit KRL baru adalah sebuah dilema internal PT. KAI/PT. KCJ, di mana untuk merakit KRL baru INKA masih terbatas dalam hal tempat loos perakitan yang ada sedangkan impor dari Jepang pun sepertinya masih dianggap belum memadai untuk menyelesaikan masalah kekurangan kebutuhan akan armada dan sarana angkutan KRL di Jabodetabek.






![[Image: 2r56iya.jpg]](http://i56.tinypic.com/2r56iya.jpg)