17-01-2011, 12:23 AM
Kalo saya sih tetap gak setuju , Kereta is Kereta alat transportasi penumpang bukan transaksi jual beli , atau disebut pasar. Adanya mereka sebenarnya bukan mereka menggantungkan diri kpd kita tapi karena terlalu malasnya kita sendiri terhadap apa yg kita butuhkan dalam perjalanan, sehingga mereka masuk memanfaatkan "kemalesan"kita,dan pada akhirnya jd ekebiasaan dan Biaslah fungsi utama KA itu menjadi "Pasar"
Kasihan...?? Nggaklah menurutku karena kebanyakan mereka juga tidak kasihan kok pd kita,misalnya ikut masuk pada saat jam sibuk (high traffic passenger) jd tambah berdesak dan yg kasihan tuh penumpang yg mempunyai hak tp terkalahkan dengan mereka
Keduanya Mereka berjualan tidak pada tempatnya, emplacement stasiun kan rata2 panjang harusnya mereka cuma sampai disitu aja gak masuk.
Kontribusi ? saya rasa tidak ini terjadi karena PT KA menghadapi "DILEMA" yg hrsnya mengurusi KA aja ketambahan yg peginian ... capee dehh...
Pedagang asongan bisa menjadi "sasaran tembak" kondektur KA "nakal" (*pungli.com),pedagang asongan bisa di manfaatkan penjahat untuk melakukan kejahatan diatas kereta,kejahatan menggunakan obat bius dengan media teh kotak misalnya.
Gak sempat sarapan bukan suatu alasan untuk menjadikan mereka sebagai "Dewa penolong" tp krn kita sendirikan kenapa sampai gak sempat? kesiangankah?
Yang jelas diadakan pollingpun tetep aja banyak penumpang yg "terganggu" adanya asongan di KA, Anda menamakan "pasar berjalan terlengkap ya", kalo saya boleh tambahkan "Pasar berjalan dan studio musik serta panti sosial berjalan terlengkap kale mas... Ada yg jualan, ada pengemisnya, ada pengamennya.
Yuk ah bantu berseri wajah Kereta Api kita dengan menempatkan peraturan diatas segalanya, bukan keuntungan sepihak saja. Siapa lagi yg akan merawat KA kalo kita gak memulai dari diri sendiri sejak sekarang..diper-sorry kalo ada yg salah ketik
Kasihan...?? Nggaklah menurutku karena kebanyakan mereka juga tidak kasihan kok pd kita,misalnya ikut masuk pada saat jam sibuk (high traffic passenger) jd tambah berdesak dan yg kasihan tuh penumpang yg mempunyai hak tp terkalahkan dengan mereka
Keduanya Mereka berjualan tidak pada tempatnya, emplacement stasiun kan rata2 panjang harusnya mereka cuma sampai disitu aja gak masuk.
Kontribusi ? saya rasa tidak ini terjadi karena PT KA menghadapi "DILEMA" yg hrsnya mengurusi KA aja ketambahan yg peginian ... capee dehh...
Pedagang asongan bisa menjadi "sasaran tembak" kondektur KA "nakal" (*pungli.com),pedagang asongan bisa di manfaatkan penjahat untuk melakukan kejahatan diatas kereta,kejahatan menggunakan obat bius dengan media teh kotak misalnya.
Gak sempat sarapan bukan suatu alasan untuk menjadikan mereka sebagai "Dewa penolong" tp krn kita sendirikan kenapa sampai gak sempat? kesiangankah?
Yang jelas diadakan pollingpun tetep aja banyak penumpang yg "terganggu" adanya asongan di KA, Anda menamakan "pasar berjalan terlengkap ya", kalo saya boleh tambahkan "Pasar berjalan dan studio musik serta panti sosial berjalan terlengkap kale mas... Ada yg jualan, ada pengemisnya, ada pengamennya.
Yuk ah bantu berseri wajah Kereta Api kita dengan menempatkan peraturan diatas segalanya, bukan keuntungan sepihak saja. Siapa lagi yg akan merawat KA kalo kita gak memulai dari diri sendiri sejak sekarang..diper-sorry kalo ada yg salah ketik
[spoiler=BRAKE.Emergency use only]
YAHOO!
nikimura.cellular
[/spoiler]
YAHOO!
nikimura.cellular
