28-01-2011, 08:32 AM
(27-01-2011, 08:27 PM)MasRafif Wrote: Saya hampir tidak pernah ketinggalan kereta. Tapi nenek saya pernah ketinggalan kereta. Tahun 2006, nenek saya membeli tiket gajayana ke Malang. Di tiket tertulis jam keberangkatan pukul 18:30 atau jam setengah tujuh. Tumben, biasanya berangkat jam 17:30 kok malah jadi jam 18:30. Pada hari keberangkatan, Saya sekeluarga yang mengantar tenang2 saja. Beli oleh2 dulu buat sanak saudara di Malang, terus pamitan sama keluarga di Jakarta dan Depok. Nah, jam 17:45 atau 45 menit sebelum jam keberangkatan yang tertera di tiket, kami datang di stasiun besar Gambir. Langsung saya memanggil seorang porter. Nah, porternya bilang "Waduh mas, gajayana mau berangkat tuh. Udah ada pengumumannya". "Lho kok? kan di tiket di tulisnya 18:30?". Terus ayah saya bicara "Udah, jangan mikirin jam. Ayo cepet ke atas, kamu tuntun nenek". Kami semua dalam keadaan panik tergesa-gesa berlari menuju peron. Saat sudah mencapai peron, Gajayana telah berjalan, sekitar 20 km per jam. Langsung saja, nenek saya yang saat itu kakinya pincang karena osteoporosis terpaksa berlari. Untung saja saat itu kereta makan tengah terbuka pintunya. Barang oleh2 3 dus langsung dilempar oleh ayah saya. Mungkin keripik di dalam dus itu hancur. Nah, keesokan harinya, ayah saya telpon nomor pengaduan ka. Ternyata eh ternyata.... Mbak2 penjual tiket BELUM PAHAM cara penulisan pukul setengah enam. Dia mikirnya jam 6=18 dan setengah=30. Jadi dia tulis 18:30. Akhirnya pelayanan pengaduan itu meminta maaf. Kejadian itu tidak menyurutkan minat saya terhadap kereta. Tapi membuat saya makin CINTA dengan yang namanya kereta api
wah yg ini kocak juga

btw yg ketinggalan cuman neneknya rafif doang ya...padahal si mbak-nya kan mungkin melayani penumpang lain juga, yg mungkin nulis jam juga salah


