@aatea_goparmania,
memangnya tidak boleh beda gauge? bahkan gauge standar itu lebih banyak keunggulannya dibanding yang sempit. bahkan tokyo saja beberapa koridor subwaynya pake standar. ka bandara kl transit di kualalumpur pake gauge standar yang bisa digeber 160 km/h.
dan lagi: coba lihat ka2 komuter di amrik. beberapa pakai dobel decker alias bilevel alias kereta tingkat. satu hal yang tidak mungkin dibuat pada rel gauge sempit.
lagi: jakarta subway nanti pakai gauge standar lho.
memangnya tidak boleh beda gauge? bahkan gauge standar itu lebih banyak keunggulannya dibanding yang sempit. bahkan tokyo saja beberapa koridor subwaynya pake standar. ka bandara kl transit di kualalumpur pake gauge standar yang bisa digeber 160 km/h.
dan lagi: coba lihat ka2 komuter di amrik. beberapa pakai dobel decker alias bilevel alias kereta tingkat. satu hal yang tidak mungkin dibuat pada rel gauge sempit.
lagi: jakarta subway nanti pakai gauge standar lho.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"

