12-03-2011, 04:36 PM
(12-03-2011, 01:35 PM)Warteg Wrote:(12-03-2011, 01:04 PM)JaY Wrote: Sebenarnya PT KA dalam menjalankan kereta bisnis dan eksekutif pake solar subsidi atao non-subsidi sichKalo Lokomotifnya itu untuk JAK-SBI itu butuh 1800 Liter HSD (Non Subsidi)
ato bbm solar non-subsidi hanya diperuntukkan bagi kereta barang dan batubara ??
informasi nya kok nggak jelaz banget....
Tiket sih bleh nae kalo Jakarta - Surabaya baik utara dan selatan udah jalur ganda, Gara2 taspat jga kereta jadi lama sehingga butuh solar banyak.
untuk lokomotif sekelas buatan GE itu butuh 2,2 Liter/Km lho mas.......... boros tuh....
Nggak KA Barang nggak KA penumpang itu semuanya pake non subsidi semua Mas,,,,, daya denger dari Masinis bahwa kalo dirupiahkan harga 1 liter HSD non subsidi itu kurang lebih Rp.7500an
kai termasuk industri
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....


