(14-03-2011, 02:22 PM)peseg5 Wrote: PT KA memang sudah sadar akan ancaman2 ini. Jadi memang kalau melihat rencana PT KA kedepan, mereka gak lagi mengandalkan dari bisnis KA penumpang, melainkan KA barang. Tapi bisnis KA penumpang juga tetap ada, hanya porsinya lebih sedikit untuk kedepannya.
Biaya angkut barang dalam jumlah kuantitas yg banyak / besar, biaya/unit variabelnya tetap masih unggul jika diangkut oleh KA. Dan dari segi waktu, kecepatan pengiriman KA relatif punya banyak keunggulan dibanding jalan darat, apalagi jika dalam peak season. Jadi ini keunggulan2 ini yg tidak dimiliki dan bisa dilawan oleh Jasa Marga.
Saya rasa masa depan KA di Indonesia masih cerah untuk jangka panjang.
Betul Mas,
Makanya baru-baru ini PT.KA berani borong (kredit) 144 lok dan ribuan gerbong barang.
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
(13-03-2011, 07:09 PM)Dana Komuter Wrote: Mohon ma'af kalau berita ini semisal sudah ada atau masuk ke thread Bumi Geulis (mungkin) :
BISNIS INDONESIA
http://bataviase.co.id/node/99659
Quote:Ruas Ciawi-Sukabumi ditargetkan rampung 2011
17 Feb 2010
Bisnis Indonesia Ekonomi
BISNIS INDONESIA
BANDUNG Pembangunan ruas jalan tol Ciawi-Sukabumi sesi satu sepanjang 23 km, yang dikerjakan oleh PT Jasa Sarana dan PT Bakrie Toll Road ditargetkan rampung pada 2011. Soko Sandi Buwono, Dirut PT Jasa Sarana, mengemukakan perusahaan beserta mitra kerja PT Bakrie Toll Road sedang merampungkan proses pembebasan lahan untuk keperluan proyek tersebut yang ditaksir menyedot dana Rp 3 50 miliar.
"Untuk pembebasan lahan tol sesi satu Ciawi-Cicurug tidak ada masalah. Saat ini sedang lahap sosialisasi kepada warga yang terkena proyek," katanya kepada Bisnis kemarin. Berdasarkan jadwal, proses pembebasan lahan pada proyek tol sesi satu akan rampung pada triwulan II dan III pada tahun ini, yang kemudian dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi.
Sandi memperkirakan pembangunan konstruksi bisa mulai berjalan pada akhir tahun ini dan akan rampung pembangunannya pada 2011. "Kami optimistis pembangunan jalan tol berjalan sesuai jadwal," tegasnya, kemarin.
Sandi menuturkan kebutuhan dana untuk pembangunan konstruksi seluruh panjang jalan tol Ciawi-Sukabumi sepanjang 53 Icm ditaksir mencapai Rp5,2 triliun. Menurut dia, beberapa bank dan perusahaan ekuitas sudah menyanggupi penyediaan dana untuk pembangunan jalan tol.
"Tidak ada masalah dengan pendanaan. Sudah ada dari equity dan perbankan yang menanggungnya," katanya.
Jasa Sarana merupakan salah satu pemegang konsesi pengusa-haan jalan tol Ciawi-Sukabumi dengan nama PT Trans Jabar Tol. Perusahaan memiliki share saham sebanyak 25%, sedangkan sisanya 75% saham dimiliki Bakrie.
Sebagai salah satu unit usaha Pemprov Jabar, Jasa Sarana akan memanfaatkan keberadaan jalan tol tersebut untuk pengembangan kawasan di Jabar bagian selatan dan kawasan wisata yang telah ada sebelumnya.
"Kami juga sedang menginisiasi program pengembangan kawasan," tuturnya. Jasa Sarana merupakan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) yang sedang menggeliat, dengan bidang garapan antara lain sektor properti, telematika, dan migas. Selain ruas tol Ciawi-Sukabumi, perusahaan bersama PT Jasa Marga juga menggarap proyek jalan tol Lingkar Luar Bogor (Bogor outer ring road/BORR) sejak 2007. (K4S)
Pasti BuGe sedikit banyak kena imbasnya, tinggal bagaimana pemerintah dan PT.KA berinovasi. Mau banyak kena imbasnya atau mau sedikit kena imbasnya. Mungkin nanti banyak Rudal (L.300) lewat tol, seperti Cipularang yang dibanjiri travel.
Wajar kenapa pemerintah dan para investor lebih tertarik bangun jalan tol dibanding rel KA. Mereka dapat %-an dari pabrikan kendaraan bermotor. Inilah yang menarik minat mereka, ditambah BEP nya lebih cepat. Kalau mereka invest di KA, apakah rollingstock mau beri %-an??Belum lagi ijin yang dipersulit pemerintah.
Indonesia sudah tidak layak kalau moda transportasi utamanya hanya mengandalkan jalan raya. Seluruh pulau jawa kalau dibangun jalan pasti suatu saat pasti penuh sama kendaraan. Akibatnya macet, kalau sudah macet berapa kerugiannya kalau di Rp-kan? Rugi waktu,tenaga,energi serta polusi. Belum lagi kalau sudah macet total, mau kerja/sekolah/shopping/rekreasi/silaturahim susah harus jalan kaki karena macet. Ancaman tersebut sudah didepan mata masih juga belum melek.
Maaf kalau comment saya jadi melebar, saya gemes sama pemerintah. Melihat pola pembangunan transportasi yang serabutan tidak sustainable.
Wajar kenapa pemerintah dan para investor lebih tertarik bangun jalan tol dibanding rel KA. Mereka dapat %-an dari pabrikan kendaraan bermotor. Inilah yang menarik minat mereka, ditambah BEP nya lebih cepat. Kalau mereka invest di KA, apakah rollingstock mau beri %-an??Belum lagi ijin yang dipersulit pemerintah.
Indonesia sudah tidak layak kalau moda transportasi utamanya hanya mengandalkan jalan raya. Seluruh pulau jawa kalau dibangun jalan pasti suatu saat pasti penuh sama kendaraan. Akibatnya macet, kalau sudah macet berapa kerugiannya kalau di Rp-kan? Rugi waktu,tenaga,energi serta polusi. Belum lagi kalau sudah macet total, mau kerja/sekolah/shopping/rekreasi/silaturahim susah harus jalan kaki karena macet. Ancaman tersebut sudah didepan mata masih juga belum melek.

Maaf kalau comment saya jadi melebar, saya gemes sama pemerintah. Melihat pola pembangunan transportasi yang serabutan tidak sustainable.

![[Image: stasiunkeretaapibogor.jpg]](http://i908.photobucket.com/albums/ac282/andakh/stasiunkeretaapibogor.jpg)


