(15-03-2011, 12:29 AM)peseg5 Wrote: ^^ Betul sekali zulfahmi.
Kalau saya jadi petinggi PT KA / KCJ, juga bukan masalah nasionalisme atau apa. Ini murni soal bisnis. Ini hitung2an bisnis antara kekuatan dan kemampuan finansial yang dimiliki sekarang oleh perusahaan dengan rencana2 strategis bisnis inti yg ingin dijalankan. Kalau memang mau nasionalis dengan pakai produk INKA misalnya, INKA yang jelas harus sanggup memenuhi kepastian supply minimal 100 unit KRL / tahun, dengan harga yg kurang lebih setara dengan KRL 2nd hand dari Jepang, ya pasti saya petinggi PT KA / KCJ juga akan mempertimbangkan INKA.
Masalahnya kan INKA belum sanggup memenuhi kriteria yang diinginkan tersebut. Tapi lain ceritanya kalau pemerintah mau intervensi / berinisiatif dengan membeli KRL dari INKA secara borongan (dengan harga pasar) dan menjual ke PT KA / KCJ dengan harga setara KRL 2nd hand dari Jepang. Ini artinya pemerintah yang bergerak dengan menyuntik tambahan modal ke BUMN-2nya. Atau skema lain juga bisa pemerintha borong KRL dari INKA, lalu leasing ke PT KA / KCJ dengan bunga super duper rendah, sehingga membantu pengelolaan utang PT KA / KCJ.
Banyak cara bisa dilakukan kalau memang ada NIAT yang bersih !! (NIAT = Net Income After Tax).
maaf bukan hanya masalah bisnis tapi masalah kesejahteraan masayarakat yang lebih stratejik. jika harus memesan dari INKA maka akan makan waktu lama. sedangkan rakyat harus terus menerus mengejar kesejahteraan mereka dangan mengandalkan Kereta yang terbatas. Yang penting Rakyat senang dulu lah...
twitter : @zulfahmiID


