20-03-2011, 07:23 PM
maaf... saya mau menyampaikan uneg2 saya.... di sini saya menposisikan diri saya sebagai konsumen yg menggunakan KA... karena sampai saat ini saya juga masih sering menggunakan KA untuk bepergiarn jarak dekat/menengah...
pertama tentang kenaikan besaran tarif: adalah sebuah keniscayaan bahwa segala sesuatu akan mempunyai besaran biaya yang naik... tak terkecuali untuk jasa angkutan KA.. karena setiap ekonomi pasti akan mengalami yg disebut inflasi.... kami semua juga bisa memaklumi apabila tarif KA dinaikkan...
maklum... semuanya pasti akan mengalami kenaikan biaya... "lah gaji aja tiap tahun naik
".....namun catatan kenaikan tarif itu worthed dengan apa yang telah dikeluarkan oleh konsumen...
masalahnya, wacana kenaikan tarif KA tersebut dikeluarkan tidak pada saat pelayanan KA sedang prima... namun pada saat pelayanan KA mengalami penurunan... jelas, kenaikan besaran tarif KA tersebut akan membuat uang yg kita keluarkan sangat tidak valuable.... dimana jumlah yg kita bayarkan lebih banyak... tapi yg diterima penumpang koq malah semakin menurun, bukannya meningkat.........
kemudian, tentang pandangan konsumen... dimana-mana yang namanya konsumen itu pasti menginginkan pengeluaran sekecil-kecilnya dan mengharap hasil seoptimal mungkin... dan logika tersebut sama saja apabila diterapkan pe penyelenggara jasa.. tapi tidak benar apabila konsumen di Indonesia pengen yg bayar murah tapi pelayanan optimal.... kita bisa lihat contoh di industri penerbangan.... padahal sudah ada LCC yg tarifnya dapat dikatakan, semua orang bisa naek pesawat.... namun kenapa penerbangan kelas premium (misal GIA) masih sangat diminati??? bahkan untuk rute2 tertentu (bali misalnya).... Garuda selalu habis duluan dari Lion Misalnya..... jawaban atas pertanyaan tersebut tentu lebih ke valuabilitas budget yg dikeluarkan konsumen untuk sebuah pelayanan bukan???.... nah apabila dikonversikan ke kasus kereta.... tentu konsumen akan sangat memaklumi apabila ada kenaikan tarif, namun hendaknya operator KA juga harus mengupayakan agar kenaikan tarif tersebut tetap worthed dengan apa yg telah dikeluarkan oleh konsumen.....
selanjutnya..... ini cuman usulan solusi aja: dengan adanya kenaikan tarif ya.. mohon PT KA juga mengupayakan pelayanan yg baik... ga usah muluk-muluk dan saya rasa ini ngga mengeluarkan anggaran besar..... buat aja perjalanan kereta menjadi praktis, misalnya:
agar KA AKAP pada saat-saat tidak beroperasinya KRL express berhenti di Manggarai... (agar penumpang tidak susah.... turun KA di Gambir, naek ojek/bajaj ke Gondangdia/Juanda... karna taxi di gambir ga mau kalo jarak deket).... beri kemudahan untuk penumpang yg telah memegang tiket K-1, agar mendapat pelayanan KRL cuma2.... misalnya mo naek Bima di GMR... penumpang dari BKS/Boo misalnya, yg telah punya tiket Bima... ya tinggal naek KRL aja sampe gambir, dan sebaliknya yg turun dari KA AKAP bisa langsung naek KRL cuma2..... jadi naek kereta itu biar praktis... ga harus dikit2 bayar yg remeh2... karena itu kan membuat perjalanan tidak praktis....
selanjutnya... GapeKA yg ada sekarang ini sangat tidak rasional dengan waktu tempuh KA... mbok ya segera diganti dengan yg lebih rasional.... soalnya kalo terus-menerus seperti ini, maka KA akan selalu dan selalu terlambat, bahkan bisa parah..... mohon diganti dengan GapeKA yg lebih rasional, agar realisasi kedatangan KA dengan jadwal yg tertera di tiket tidak berbeda terlalu jauh
kemudian agar menjadi perhatian PT KA, adalah jangan lupa setiap ada kenaikan tarif... hendaknya diikuti beberapa perbaikan, terutama pelayanan... sebab ancaman sudah semakin besar...
misalnya aja ya: pada tahun 2011 ini Dishub Jatim, PT Angkasa Pura dan perum DAMRI Jatim... sedang merealisasikan bus bandara dari Juanda yg akan langsung menuju kota2 di jatim (selama ini dari Juanda hanya menuju Bungur dan Tanjung Perak), dengan bus-A: Juanda - Mojokerto - Jombang, Bus B: Juanda - Kediri - Tulungagung, Bus C: Juanda - Nganjuk - Madiun, Bus D: Juanda - Lamongan - babat- Bojonegoro... dimana bus2 tersebut akan beroperasi setiap 30 menit s/d 1 jam sekali... dengan jadwal operasi menuju Juanda berangkat jam 03.00 s/d 18.00 sementara dari Juanda 07.00 s/d 22.30 yang artinya ke Juanda akan semakin praktis... dan pada tahun 2011 ini bus2 bandara tersebut sudah akan direalisasikan
selanjutnya: KRD kek Pramex, Madiun jaya, Joglosemar.. kan juga berhenti di Stasiun maguwo (depan bandara adi sutjipto).. yag artinya akses ke bandara Jogja semakin mudah dan luas.. itu belum bus bandara Adi Sutjipto yg sudah sampe Magelang, Sleman, Wonosari
tahun 2012 mendatang... ada revitalisasi bandara Abdurrahman Saleh, dan akan ada bus bandara dari AR Saleh ke Blitar, PAsuruan dan Probolinggo....
belum lagi bus-bus malam super eksekutif yg makin bagus... dan rencana pembangunan toll trans jawa yang sudah mulai terrealisasi di beberapa ruas...
CMIIW
pertama tentang kenaikan besaran tarif: adalah sebuah keniscayaan bahwa segala sesuatu akan mempunyai besaran biaya yang naik... tak terkecuali untuk jasa angkutan KA.. karena setiap ekonomi pasti akan mengalami yg disebut inflasi.... kami semua juga bisa memaklumi apabila tarif KA dinaikkan...
maklum... semuanya pasti akan mengalami kenaikan biaya... "lah gaji aja tiap tahun naik
".....namun catatan kenaikan tarif itu worthed dengan apa yang telah dikeluarkan oleh konsumen...masalahnya, wacana kenaikan tarif KA tersebut dikeluarkan tidak pada saat pelayanan KA sedang prima... namun pada saat pelayanan KA mengalami penurunan... jelas, kenaikan besaran tarif KA tersebut akan membuat uang yg kita keluarkan sangat tidak valuable.... dimana jumlah yg kita bayarkan lebih banyak... tapi yg diterima penumpang koq malah semakin menurun, bukannya meningkat.........
kemudian, tentang pandangan konsumen... dimana-mana yang namanya konsumen itu pasti menginginkan pengeluaran sekecil-kecilnya dan mengharap hasil seoptimal mungkin... dan logika tersebut sama saja apabila diterapkan pe penyelenggara jasa.. tapi tidak benar apabila konsumen di Indonesia pengen yg bayar murah tapi pelayanan optimal.... kita bisa lihat contoh di industri penerbangan.... padahal sudah ada LCC yg tarifnya dapat dikatakan, semua orang bisa naek pesawat.... namun kenapa penerbangan kelas premium (misal GIA) masih sangat diminati??? bahkan untuk rute2 tertentu (bali misalnya).... Garuda selalu habis duluan dari Lion Misalnya..... jawaban atas pertanyaan tersebut tentu lebih ke valuabilitas budget yg dikeluarkan konsumen untuk sebuah pelayanan bukan???.... nah apabila dikonversikan ke kasus kereta.... tentu konsumen akan sangat memaklumi apabila ada kenaikan tarif, namun hendaknya operator KA juga harus mengupayakan agar kenaikan tarif tersebut tetap worthed dengan apa yg telah dikeluarkan oleh konsumen.....
selanjutnya..... ini cuman usulan solusi aja: dengan adanya kenaikan tarif ya.. mohon PT KA juga mengupayakan pelayanan yg baik... ga usah muluk-muluk dan saya rasa ini ngga mengeluarkan anggaran besar..... buat aja perjalanan kereta menjadi praktis, misalnya:
agar KA AKAP pada saat-saat tidak beroperasinya KRL express berhenti di Manggarai... (agar penumpang tidak susah.... turun KA di Gambir, naek ojek/bajaj ke Gondangdia/Juanda... karna taxi di gambir ga mau kalo jarak deket).... beri kemudahan untuk penumpang yg telah memegang tiket K-1, agar mendapat pelayanan KRL cuma2.... misalnya mo naek Bima di GMR... penumpang dari BKS/Boo misalnya, yg telah punya tiket Bima... ya tinggal naek KRL aja sampe gambir, dan sebaliknya yg turun dari KA AKAP bisa langsung naek KRL cuma2..... jadi naek kereta itu biar praktis... ga harus dikit2 bayar yg remeh2... karena itu kan membuat perjalanan tidak praktis....
selanjutnya... GapeKA yg ada sekarang ini sangat tidak rasional dengan waktu tempuh KA... mbok ya segera diganti dengan yg lebih rasional.... soalnya kalo terus-menerus seperti ini, maka KA akan selalu dan selalu terlambat, bahkan bisa parah..... mohon diganti dengan GapeKA yg lebih rasional, agar realisasi kedatangan KA dengan jadwal yg tertera di tiket tidak berbeda terlalu jauh
kemudian agar menjadi perhatian PT KA, adalah jangan lupa setiap ada kenaikan tarif... hendaknya diikuti beberapa perbaikan, terutama pelayanan... sebab ancaman sudah semakin besar...
misalnya aja ya: pada tahun 2011 ini Dishub Jatim, PT Angkasa Pura dan perum DAMRI Jatim... sedang merealisasikan bus bandara dari Juanda yg akan langsung menuju kota2 di jatim (selama ini dari Juanda hanya menuju Bungur dan Tanjung Perak), dengan bus-A: Juanda - Mojokerto - Jombang, Bus B: Juanda - Kediri - Tulungagung, Bus C: Juanda - Nganjuk - Madiun, Bus D: Juanda - Lamongan - babat- Bojonegoro... dimana bus2 tersebut akan beroperasi setiap 30 menit s/d 1 jam sekali... dengan jadwal operasi menuju Juanda berangkat jam 03.00 s/d 18.00 sementara dari Juanda 07.00 s/d 22.30 yang artinya ke Juanda akan semakin praktis... dan pada tahun 2011 ini bus2 bandara tersebut sudah akan direalisasikan
selanjutnya: KRD kek Pramex, Madiun jaya, Joglosemar.. kan juga berhenti di Stasiun maguwo (depan bandara adi sutjipto).. yag artinya akses ke bandara Jogja semakin mudah dan luas.. itu belum bus bandara Adi Sutjipto yg sudah sampe Magelang, Sleman, Wonosari
tahun 2012 mendatang... ada revitalisasi bandara Abdurrahman Saleh, dan akan ada bus bandara dari AR Saleh ke Blitar, PAsuruan dan Probolinggo....
belum lagi bus-bus malam super eksekutif yg makin bagus... dan rencana pembangunan toll trans jawa yang sudah mulai terrealisasi di beberapa ruas...
CMIIW
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
~just quote~

