16-04-2011, 05:06 PM
(15-04-2011, 10:18 PM)Narendro Anindito Wrote:(15-04-2011, 09:00 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: tdnya pemikiran sy buat yg no 2 maunya smp YK, tp setelah sy pikir lagi biarlah itu jd jth PRAMEKS mulai dari KUTOARJO smp JOGJA. Selain itu untuk yg mau ke YK nantinya bisa juga diterbitkan karcis terusan, beli dari stasiun awal terus nyambung di KUTOARJO jd terintegrasi gitu, dengan catatan PRAMEKS sudah tiba di KUTOARJO sblm KOMUTER PWT dtng ato minimal dtng di KUTOARJO bersamaan. Jelasnya ini butuh kerjasama dua tim DAOP 5 dan 6. Jadi nantinya DAOP 6 punya KOMUTER unggulan sendiri dan DAOP 5 juga, tidak saling mengambil pasar dari DAOP lain. Lgpl ini juga demi kelangsungan hidup LOGAWA. Dibayangan saya kalo ini bisa jalan lancar di dobel track yg udh jd nanti, setidaknya bisa mengurangi kepadatan jalan raya (syukur2 menjadikan KA jd moda favorit), menggairahkan kehidupan ekonomi di stasiun2 kecil yg lokasinya berdekatan dengan pemukiman.
kalau itu bukan masalah logawa jd sepi penumpang, toh masih banyak juga penumpang dari PWT yg mau ke Madiun, Surabaya dst. tapi demi kenyamanan penumpang PWT-YK. jd tak perlu repot oper kereta..
repotnya baru itu saja... terus kalau nanti ada salah 1 KA yg bermasalah/telat/rinja bisa tambah direpotkan para penumpang...
kalau sekali naik kereta kan tak terlalu memikirkan hal itu... taunya nanti tetap sampai tujuan (YK) walaupun ada halangan.. misal KA telat, rinja... perjalanan KA tetap sampai YK.. kalau pake oper2an bisa ketinggalan kereta kalau KA yg satu telat masuk stasiun KTA...
Oleh karena itu kawan, diperlukan kerjasama yg baik antara daop 5 dan 6. Ya dasar pemikiran saya begini, tentunya msh bisa dikembangkan/disempurnakan lagi untuk kepentingan bersama (KHUSUSNYA RF YG DOYAN MBLUSUK ATO FOTO). Tp saya yakin seyakinnya ini bisa berjalan
![[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]](http://i1118.photobucket.com/albums/k620/nearistudiosoerabaia/00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg)
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.

