18-04-2011, 11:50 AM
(18-04-2011, 10:36 AM)MatAREMAja Wrote: Coba aja arah kebalikan...krn d wil jatim gada kambing, waktu ituktm org dr Kediri k Malang mrk bayartiket, yg lmwyn mahal dbanding naik bus.....itulah budaya yg mesti ditularkan korg2 d wil daops 3
Arah sebaliknya meski telat tp nikmat...pemandangan lmyn bagus, dan gda kambing
Mgkn krn itujg daop3 g mau meluncurkan K3 CN-Jakarta meski okupansinya ramai....takut yg naik kambing smua hahaha
176 tuh Tegalarum yah?? Sorryg tw, ygada d hati sy cm 141-142 doang hehehe
(18-04-2011, 11:32 AM)MatAREMAja Wrote: Y ud ajarinlah
Tp kenyataan loh kambing2 itu ngeselin...
Kita penumpang resmi justru kayak yg jd kambing
Naik 142 d JNG, sampai d no kursi saya sudah adayg nempatin, trus blg"mana tiketnya, cb saya lihat", (dah kyk KP)
Saya balikin aja, " tiket bapak yg mana??"...(setahun bkali2 JNG-ML pp, mau dlawan)
Lsg mrk malu pergi drseat saya
Lapor k PTKA???
Hmm, sbg pgemar KA mgkn andatw gmn tanggapan mrk k penumpang K3....nanti blkg2ny dsangkutpautin sm PSO dan subsidi bla bla bla...padahal kami penumpang kelas bawah cm mau selamat dan (sedikit) kenyamanan
Salam satu jiwa
saya tahu kambing itu emang menyebalkan dan sangat melanggar peraturan
tetapi sesuai yang saya cetak tebal, jangan menyinggung2 daop lain yang belum tentu benar adanya. saya yakin selruh daop masih terdapat kambing2 yang sulit diatur. jadi jangan mengkambinghitamkan daop lain
setuju ?
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri

