07-05-2011, 08:59 PM
Caranya mending pake nomor kupon panggilan aja. Misal dateng ke stasiun Gambir mau pesan karcis KA apa. Misal KA Argo Muria ke Semarang. Tarik kuponnya dari mesin pencetak otomatis (entah wujudnya gimana, pikir sendiri dalam khayalan kita masing2). Trus kreeekkk... kertas kupon keambil semisal tercatet no. 22. Kita pun pulang dengan meninggalkan no. handphone atau rumah atau kantor kita ke penjaga loket. Semisal 3 hari kemudian org Gambir nelpon kita "Bapak mendapatkan karcis Argo Muria berangkat pukul. 06.30 WIB pada tanggal bulan dan tahun sekian... Bagaimana pak?"tawarnya sekaligus info dari si petugas online reservasi. Dari sini kita jangan berharap adanya permainan kenaikan harga dg berbagai alasan yg ujung2nya dituduh sekongkol sama orang dalem.
Hari H semisal sudah sepakat dengan waktu keberangkatan yg diberitahu sang penelepon itu langsung bayar tunai di loket. Perihal semisal ada peristiwa yang gak memungkinkan si AM berangkat hari itu juga yah mau gak mau ditelpon soal pembatalan naik KA. Syukur2 ada alternatif rangkaian KA lainnya seperti semisal naik KA Cireks yg ke Tegal. Trus secara estafet diangkut pake Kaligung AC tanpa dipungut biaya Rp 1 pun atau sedikitnya bbrp ribu Rupiah saja.
Gimana?
Hari H semisal sudah sepakat dengan waktu keberangkatan yg diberitahu sang penelepon itu langsung bayar tunai di loket. Perihal semisal ada peristiwa yang gak memungkinkan si AM berangkat hari itu juga yah mau gak mau ditelpon soal pembatalan naik KA. Syukur2 ada alternatif rangkaian KA lainnya seperti semisal naik KA Cireks yg ke Tegal. Trus secara estafet diangkut pake Kaligung AC tanpa dipungut biaya Rp 1 pun atau sedikitnya bbrp ribu Rupiah saja.
Gimana?
