13-05-2011, 05:50 PM
Baca yg ada di page ke-2 thread ini...
Saya jadi bertanya-tanya... Apa perlu "disemprot" pake peluru beneran ya baru kapok?
Tapi, mo bagaimana lagi? Pake cara beradab (razia) salah, pake cara setengah beradab (semprotan tinta warna), eh dibalas pake cara (maaf) biadab, masak ya PT KCJ sebagai pengelola KRL harus ikut-ikutan biadab kayak mereka (penumpang) yg tidak terpelajar, bisanya cuma nyari apa yg "enak" buat mereka, dan saat "kesenangan" mereka itu diusik (padahal demi keselamatan mereka sendiri lho) eh bukannya berterima kasih, malah melempari dengan batu...
Saya jadi bertanya-tanya... Apa perlu "disemprot" pake peluru beneran ya baru kapok?
Tapi, mo bagaimana lagi? Pake cara beradab (razia) salah, pake cara setengah beradab (semprotan tinta warna), eh dibalas pake cara (maaf) biadab, masak ya PT KCJ sebagai pengelola KRL harus ikut-ikutan biadab kayak mereka (penumpang) yg tidak terpelajar, bisanya cuma nyari apa yg "enak" buat mereka, dan saat "kesenangan" mereka itu diusik (padahal demi keselamatan mereka sendiri lho) eh bukannya berterima kasih, malah melempari dengan batu...

