15-05-2011, 10:30 AM
(09-05-2011, 11:01 AM)POERWOKERTO +75M Wrote: ST. GAMBIR juga ada cerita sejarahnya kan? yg sy inget (kalo gak salah) peserta Konferensi Asia Afrika 1955 naik KA dari stasiun ini. Ka ditarik lok CC 200. Apa ada cerita2 lain yg terlupakan dari GAMBIR??? 2 hal yg tidak bisa saya lupakan adalah, LENYAPNYA BANGUNAN KLASIK ST. GAMBIR demi pembangunan lintas layang, gak ada bekasnya poool. Itu harga untuk sebuah modernisasi yg salah kaprah.
ST. PASARSENEN dalam buku biografi SOEKARNO, PENJAMBOENG LIDAH RAKJAT INDONESIA karangan CINDY ADAMS tahun 1966, Bung Karno bercerita bahwa dia sering curi2 keluar dari Istana Merdeka untuk ngilangin jenuh dan liat kehidupan rakyatnya, tempat yg dia pilih adalah salah satunya ST. PASARSENEN. Bung Karno ditemani ajudannya dengan berpakaian preman (nyamar jd rakyat jelata) jalan2 ke PSE trs makan sate ayam disana smbl liat rakyatnya. Pas lg bicara sm ajudannya ternyata ada yg mengenali suara Bung Karno, "itu suara bapak, itu suara bapak" dan ramailah tempat itu. Setelah beramah tamah, Bung Karno dan ajudannya pulang ke istana. Keesokan harinya Bung Karno menerima surat dari para pengawal Tjakrabirawa. Isinya kurang lebih mereka meminta agar lain kali jika mau keluar hendaknya Bung Karno bilang kepada pengawal agar mereka tidak bingung mencari dan bisa mengawal. Sejak itu bung Karno tidak lagi menyelinap keluar karena kasihan nanti pengawalnya kebingungan, padahal Bung Karno hanya ingin melihat rakyatnya dari dekat tanpa formalitas.Wah jd OOT neh
Hmm, andai presiden kt kyk gt
Lbeh baik ke topic aja deh
LAGI BOYONGAN DARI DAOP IX KE DAOP VIII . . . .

