Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Naik kereta bareng teman-teman...
#3
Camera 
Pukul 06:20, akhirnya kedua rekan saya yang lainnya akhirnya tiba juga di stasiun. Seperti yang sudah ditentukan, kami bertemu di pintu masuk dan menunjukkan tiket kami. Bersamaan dengan itu, tiba-tiba penerangan di stasiun mati semua…

Setelah kami bertemu, kami pun segera bergerak menuju rangkaian di jalur 5. Ternyata, hari itu K1 Batik dinas KA 19, sehingga tidak terdapat satu dari empat gerbong Eksekutif dengan warna mencolok pada rangkaian KA 21. Selidik punya selidik, ternyata gerbong yang akan kami tumpangi bernomor seri K1 0 02 10, yang dulunya adalah K1-02523, yang DVD player-nya pernah mati mendadak dalam perjalanan saya menggunakan gerbong yang sama, saat itu sebagai KA 28. Cerita lengkapnya bisa dibaca dalam thread “Trip Report with Argo Parahyangan Train No. 28, May 4th, 2011”…

Kami pun langsung mencari kursi nomor 7 dan 8 bagian C dan D. Setelah mendapatkan tempat yang dimaksud, kami pun langsung meletakkan barang bawaan kami (ada yang bawa koper, ada yang bawa ransel seperti saya) di bagasi yang terletak di atas kursi kami.

Setelah itu, kami pun duduk di kursi masing-masing setelah saya memutar kursi 7 C-D agar posisinya saling berhadapan dengan kursi 8 C-D. Awalnya saya dan salah satu rekan duduk di kursi 8 C (saya) dan D, yang mengarah ke depan, sedang dua rekan saya yang lain duduk di kursi 7 C-D, yang mengarah ke belakang. Namun, dalam perjalanan, saya bertukar tempat dengan salah satu rekan karena dia merasa kurang nyaman duduk mengarah ke belakang.

Yang cukup unik dalam perjalanan ini, sarung bantal yang digunakan bertuliskan “ARGOBROMO Anggrek”. Saya pun berpikir, para penumpang ABA mendapatkan bantal bertuliskan apa, apakah “ARGO GEDE” yang berwarna coklat itu, yang biasanya digunakan KA Argo Parahyangan?


[Image: 5862558162_0bde4a1f9a_b.jpg]

IMG_4975 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Tak lama berselang, rangkaian pun didorong ke arah timur (belakang) agar penumpang bisa naik lewat peron tinggi di jalur 4 dan 5. Saya pun keluar sebentar untuk memotret rangkaian, beserta papan penunjuk kereta dan papan nomor jalur…


[Image: 5862006833_498e89fd45_b.jpg]

IMG_4978 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Ketika masuk kembali, saya memperhatikan bahwa nomor di atas pintu otomatis sudah diganti dengan yang baru, namun itupun hanya sekedar tempelan yang menutupi nomor lama…


[Image: 5862007235_4721ac7a8e_b.jpg]

IMG_4979 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Setelah memotret nomor “baru” tadi, saya pun memotret bagian dalam kereta. Saat itu, okupansi tidak sampai 100% saat berangkat dari Bandung. Bahkan, saat saya menengok kondisi di gerbong Eksekutif 4, baru ada 2-4 orang yang duduk di dalamnya…


[Image: 5862059023_e24b463362_b.jpg]

IMG_4980 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Tak lama, teman saya melihat PPKA berjalan membawa eblek semboyan 40. Saya pun berjalan ke pintu gerbong untuk merekam saat-saat PPKA memberikan semboyan 40 dan 41, lalu masinis membunyikan S35…

Video menyusul…

Tapi, kereta tak kunjung berangkat. Ternyata, saat saya menoleh ke belakang, ada seorang petugas melambaikan kertas ke arah PPKA. Tampaknya ada surat yang belum lengkap, sehingga PPKA bergegas ke ruangannya di peron selatan…

Singkat kata, jam 06:36 KRD Patas tujuan Cicalengka diberangkatkan dari jalur 3, namun KA 21 tak kunjung berangkat. Barulah pada pukul 06:38, tanpa terdengar suara semboyan 41 maupun 35 dari dalam gerbong Eksekutif 3, kereta mulai bergerak menuju arah barat, ke tujuan akhir: Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

Bon voyage!

Bersambung ke part 3…
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply


Messages In This Thread
Naik kereta bareng teman-teman... - by d'tRAiNeR - 23-06-2011, 12:34 PM
Naik kereta bareng teman-teman... (foto part 2) - by d'tRAiNeR - 23-06-2011, 02:19 PM

Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)