26-07-2011, 06:16 AM
(This post was last modified: 26-07-2011, 06:19 AM by Dana Komuter.)
(03-07-2011, 10:58 PM)aghoest Wrote: Stasiun Gambir adalah stasiun kereta api terbesar di Indonesia. Stasiun Gambir melayani transportasi kereta api untuk tujuan-tujuan utama di Jawa. Stasiun ini dibangun dalam gaya arsitektur klasisisme pada tahun 1884 sebagai Station Weltevreden Koningsplein. Pada tahun 1927 stasiun ini direnovasi dalam gaya arsitektur Art Deco. Tahun 1937 nama setasiun ganti menjadi Stasiun Batavia Koningsplein dan setelah kemerdekaan Indonesia nama ganti lagi menjadi Stasiun Jakarta Gambir. Stasiun mendapatkan renovasi secara besar-besaran pada tahun 1990. Sesuatu gedung baru dibangun dalam gaya arsitektur joglo.Oh.... ternyata nih stasiun seringkali banyak perubahan yah sejak awal pengoperasiannya....
Nama Gambir berasal dari seorang militer perancis yaitu Kapten Cambier. Kata cambier (bahasa perancis lama) berarti tukang pembuat bir. Pada tahun 1810-an Kapten Cambier mulai mengadakan sejenis pasar malam di sebuah tempat yang dulu bernama Koningsplein (sekarang Lapangan Monas). Kemudian pasar malam yang ini disebut Pasar Cambier. Nama Cambier segera naik daun. Cambier menjadi Gambir. Dalam waktu singkat, Koningsplein berubah namanya menjadi Gambir. Stasiun KA yang terletak disebelah timur lapangan tersebut kemudian bernama Stasiun Gambir.

Yang aku tebelin warna biru tua kehitaman :
1. Setidaknya bisa jadi saksi sejarah / catatan sejarah segimana perkembangan stasiun Gambir yang ada.
2. Memang kala itu yang jadi pertanyaan aku, stasiun Gambir gunanya utk mengangkut para penumpang khususnya Klas 1 alias orang2 Belanda dan sebangsanya dari dan ke mana yah?
3. Jadi sejak dari tahun ke tahun banyak dilakukan renovasi besar2an yah??? Dari yg gayanya Klasik hingga menjadi Art Deco dan kini malahan jadinya modern dg sentuhan gaya Jepang. Konon sih begitu... Belanda sendiri juga 'seenaknya' ngubah bangunan arsitektur bersejarahnya sendiri yah...
4. Koq nama Klasisisme terdengar aneh yah... Mungkin maksudnya Neo Klasik yah? Khan Neo Klasik udah masuk ke Eropa sejak tahun2 segitu... Mungkin kala itu mengambil langgam2 Romawi gitu?
Yang aku tebelin warna ungu gelap :
1. Yah namanya juga lidah orang Indonesia alias Pribumi... Gak bisa ngeja "Cambier" (mungkin dibaca = Kembir kali yah...) jadinya dibaca mrk "Gambir" deh biar gampangnya.
2. Sejak itu pula nama Gambir alias Cambier yang notabene diambil dari nama orang Perancis diabadiin hingga sekarang jadi nama Kecamatan di Kodya Jakarta Pusat yah...
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
(08-05-2010, 08:32 AM)phepe_ph Wrote: Yg punya foto ini, pinjem yakGak ngeh dg keberadaan foto ini...
Siapapun gerangan yang sempet jepret dari posisi yg kayak gini, lain kali kasih keterangan gimana caranya motretin begini... Soalnya di area yang berbahaya dan pastinya harus dengan izin pihak terkait dalam hal ini stasiun Gambir.
![[Image: 10526_1177649895759_1663486456_448168_1901799_n.jpg]](https://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs258.snc1/10526_1177649895759_1663486456_448168_1901799_n.jpg)