IMHO sih semua Stasiun yang telah ada sebelum 1945 merupakan saksi sejarah. Hanya kita belum tahu peristiwa-peristiwa apa aja yang terjadi. Perlu diingat bahwa, tidak semua peristiwa bersejarah bisa tercatat dalam sejarah. Inilah makanya seorang peneliti sejarah, kerap dianjurkan untuk tidak hanya mengandalkan pada sumber-sumber sejarah tertulis.
Keberadaan saksi mata yang masih hidup sering amat penting. Dan seorang saksi mata yang bisa menceritakan sejarah suatu stasiun KA tentu sangat besar nilainya. Selain itu, banyak sumber-sumber dan metode-metode tertentu untuk menggali sejarah suatu stasiun.
Inilah alasannya mengapa sangat disayangkan jika kita begitu saja menelantarkan atau membongkar bangunan stasiun tua tanpa memperhitungkan nilai-nilai sejarah yang masih bisa digali.
Salam Spoor,![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Kalau film KA terakhir sih hanya kisah fiktif bersetting sejarah yang merupakan adaptasi novel karya Pandir Kelana alias Mayjen (Purn) Slamet Danusudirjo. KA Terakhir bukan suatu kisah nyata dalam sejarah.
Salam Spoor,
Keberadaan saksi mata yang masih hidup sering amat penting. Dan seorang saksi mata yang bisa menceritakan sejarah suatu stasiun KA tentu sangat besar nilainya. Selain itu, banyak sumber-sumber dan metode-metode tertentu untuk menggali sejarah suatu stasiun.
Inilah alasannya mengapa sangat disayangkan jika kita begitu saja menelantarkan atau membongkar bangunan stasiun tua tanpa memperhitungkan nilai-nilai sejarah yang masih bisa digali.
Salam Spoor,
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
(03-05-2011, 07:42 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: 1. Setasiun Jogjakarta: tempat start awal 2 lok (CC 5019 dan C 2812) diberangkatkan ke Poerwokerto untuk menarik rangkaian kereta api dalam film KERETA API TERAKHIR.
2. Setasiun Poerwokerto: tempat pemberangkatan 5 rangkaian kereta api terakhir menuju Jogjakarta.
3. Setasiun Kebasen: kereta api dan stasiun jadi sasaran tembakan senapan mesin pesawat cocor merah Londo. Rel arah Kroja di bom dan putus.
4. Setasiun Kroja: kereta api dan stasiun termasuk pasar ditembaki senapan mesin dan di bom pesawat cocor merah Londo. Kata KS Kroja :"Pasar kok di bom. Mereka kan rakjat tak bersalah" KS. Kroja terluka kena serpihan.
5. Setasiun Soempjoeh: harusnya kereta api ke 5 (yg terakhir dari PWT) berhenti disini tapi tidak jadi, cuma lwt aja. Aksi KS nya kocak.
6. Setasiun Idjo: kereta api dan stasiun ditembaki dan di bom. KS Idjo gugur saat bertugas terkena ledakan bom di stasiun. Asisten masinis gugur saat memindahkan wesel.
Semua setasiun ini ada dalam film Kereta Api Terakhir. Semoga tidak OOT
Kalau film KA terakhir sih hanya kisah fiktif bersetting sejarah yang merupakan adaptasi novel karya Pandir Kelana alias Mayjen (Purn) Slamet Danusudirjo. KA Terakhir bukan suatu kisah nyata dalam sejarah.
Salam Spoor,

