02-08-2011, 01:28 PM
Desember 2010 lalu, saya naik KA feeder Wonogiri ini. Karakter dan suasana di sekitar jalur selepas Sukoharjo menuju Wonogiri mengingatkan saya pada jalur KA Kiama-Wollongong di Australia. Sementara Stasiun Wonogiri sendiri mengingatkan saya pada Stasiun Belgrave di dekat Melbourne Australia yang merupakan salah satu stasiun ujung. Tetapi yang paling unik dari jalur Solo-Wonogiri adalah keberadaan halte-haltenya yang masih model lama dan mirip gardu jaga di desa-desa. Saya jadi membayangkan bagaimana wujud halte-halte pada rute-rute trem jaman dulu di berbagai kota di Jawa. Dengan kata lain, saya mendapat satu referensi tentang wujud halte kuno setelah naik feeder ini. Namun belum sempat memotret halte-halte tersebut karena keterbatasan waktu.
Moga-moga halte tersebut tidak dibongkar sehingga bisa menjadi referensi bagi studi sejarah transportasi di Indonesia. Sangat disayangkan jika pengoperasian feeder ini dihentikan. Mestinya PT KA perlu melakukan suatu inovasi bekerjasama dengan Pemda setempat guna mengembangkan angkutan feeder Wonogiri ini sebagai angkutan wisata. Pertanyaannya, apakah Daop VI belum bisa melihat potensi wisata KA Feeder ini?
Salam Spoor,
Moga-moga halte tersebut tidak dibongkar sehingga bisa menjadi referensi bagi studi sejarah transportasi di Indonesia. Sangat disayangkan jika pengoperasian feeder ini dihentikan. Mestinya PT KA perlu melakukan suatu inovasi bekerjasama dengan Pemda setempat guna mengembangkan angkutan feeder Wonogiri ini sebagai angkutan wisata. Pertanyaannya, apakah Daop VI belum bisa melihat potensi wisata KA Feeder ini?
Salam Spoor,

