12-08-2011, 03:05 PM
akhirnya .......sumber
"Sumber Berita"
Akhirnya, Stasiun Semut Direvitalisasi
Ni Luh Made Pertiwi F | Jodhi Yudono | Kamis, 11 Agustus 2011 | 20:28 WIB
SURABAYA, KOMPAS.com - Selama bertahun-tahun bekas Stasiun Semut Surabaya, Jawa Timur, dibiarkan kumuh. Padahal sejak 2003, stasiun peninggalan kolonial Belanda tersebut merupakan bangunan cagar budaya. Namun akhirnya, stasiun tersebut akan direvitalisasi.
"Langkah konkret untuk mengembalikan stasiun ini adalah membersihkan gedung dari tumpukan sampah dan material. Sampah di sini memang luar biasa banyaknya," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Wiwiek Widayati, Kamis (11/8/2011).
Selama ini, lanjut Wiwiek, pagar seng menutupi bangunan tersebut. Sampah-sampah diangkut tiga truk pengangkut sampah milik Dinas Pertamanan dan Kebersihan (DKP) setempat. Wiwiek mengatakan pihaknya hanya sebagai fasilitator karena yang punya ide sebetulnya PT Senopati Perkasa dan PT Kereta Api (KA).
"Pelaksana pengembalian cagar budaya nanti adalah mereka," terang Wiwiek. Menurutnya, bangunan yang sudah banyak mengalami kerusakan tersebut akan dikembalikan ke keadaan aslinya. Ia menambahkan bahwa tim dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan Mojokerto akan didatangkan untuk melakukan studi teknis arkeologi.
"Tugas BP3 Towulan ini menilai, mengiventarisir dan memberikan rekomendasi," ujarnya. Sementara itu, Ketua Tim dari BP3 Trowulan Danang Wahyu Utomo mengatakan kegiatan ini merupakan upaya mengembalikan bekas stasiun ke kondisi semula.
"Diusahakan semua akan kembali asli. Kita mau kembalikan setelah yang dibongkar dulu," ujar Danang. Ia menyebutkan ada dua tahap yang akan dilakukan pihaknya sebelum pengembalian bangunan ke kondisi asli, yakni pengumpulan data dan pengolahan data. Sedangkan dalam tahap pengumpulan data ada empat tahapan lagi yaitu penggalian data, penyelamatan, penggambaran atau dokomentasi dan pemetaan. "Dari situ nantinya akan dilakukan analisa di pengolahan data," ungkapnya.
Akhirnya, Stasiun Semut Direvitalisasi
Ni Luh Made Pertiwi F | Jodhi Yudono | Kamis, 11 Agustus 2011 | 20:28 WIB
SURABAYA, KOMPAS.com - Selama bertahun-tahun bekas Stasiun Semut Surabaya, Jawa Timur, dibiarkan kumuh. Padahal sejak 2003, stasiun peninggalan kolonial Belanda tersebut merupakan bangunan cagar budaya. Namun akhirnya, stasiun tersebut akan direvitalisasi.
"Langkah konkret untuk mengembalikan stasiun ini adalah membersihkan gedung dari tumpukan sampah dan material. Sampah di sini memang luar biasa banyaknya," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Wiwiek Widayati, Kamis (11/8/2011).
Selama ini, lanjut Wiwiek, pagar seng menutupi bangunan tersebut. Sampah-sampah diangkut tiga truk pengangkut sampah milik Dinas Pertamanan dan Kebersihan (DKP) setempat. Wiwiek mengatakan pihaknya hanya sebagai fasilitator karena yang punya ide sebetulnya PT Senopati Perkasa dan PT Kereta Api (KA).
"Pelaksana pengembalian cagar budaya nanti adalah mereka," terang Wiwiek. Menurutnya, bangunan yang sudah banyak mengalami kerusakan tersebut akan dikembalikan ke keadaan aslinya. Ia menambahkan bahwa tim dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan Mojokerto akan didatangkan untuk melakukan studi teknis arkeologi.
"Tugas BP3 Towulan ini menilai, mengiventarisir dan memberikan rekomendasi," ujarnya. Sementara itu, Ketua Tim dari BP3 Trowulan Danang Wahyu Utomo mengatakan kegiatan ini merupakan upaya mengembalikan bekas stasiun ke kondisi semula.
"Diusahakan semua akan kembali asli. Kita mau kembalikan setelah yang dibongkar dulu," ujar Danang. Ia menyebutkan ada dua tahap yang akan dilakukan pihaknya sebelum pengembalian bangunan ke kondisi asli, yakni pengumpulan data dan pengolahan data. Sedangkan dalam tahap pengumpulan data ada empat tahapan lagi yaitu penggalian data, penyelamatan, penggambaran atau dokomentasi dan pemetaan. "Dari situ nantinya akan dilakukan analisa di pengolahan data," ungkapnya.

