25-08-2011, 03:29 PM
(This post was last modified: 25-08-2011, 03:29 PM by Dana Komuter.)
(28-07-2011, 11:22 AM)Ken Aditya Wrote: Meskipun ada railbus, eksotisnya feeder tak akan tergantikan, beliau benar-benar klasik, murah, merakyat, semoga masyarakat tetap merindukan, sehingga PT. KAI tidak akan mematikan hidupnya. Bisa jadi andalan wisata kedua apabila dipertahankan, selain Jaladara. Lok-nya sayang, pada uzur,mungkin salah satu hambatannya, segera cari solusinya PT.KAI agar dia tetap eksis, popularitasnya juga semakin berkurang, ketika engkau menghilangkan keberadaannya dari Baturetno. Jangan matikan!Kalimat yang mengharukan....
Terkenang segiman girangnya kawan2 kala itu bersamaku naik di bodinya si lok dan kereta penumpang kala itu... Menikmati pesona alam raya pegunungan nan luas...(21-08-2011, 01:38 AM)wedhoez Wrote: kalo ane denger dari temen yg jadi KP katanya ada surat pemberitahuan bahwa loko yg dipake bwad feeder tidak/kurang layak dipergunakan, makanya feeder dihentikan dahulu.Moga2 bisa tergantikan dengan lok2 DH lainnya... Sebab lok DH terkesan sederhana, baik hati (sering jadi lok langsiran dan penolong juga khan...) dan merakyat.

