29-08-2011, 11:38 PM
(This post was last modified: 30-08-2011, 12:08 AM by Adi Sutjipto.)
(29-08-2011, 10:27 PM)pardjono Wrote: KA Babaranjang selalu menggunakan dobel lokomotif. Depan SH belakang LH.
Mohon pencerahan, tugas masinis di lokomotif belakang mengerjakan apa?
Coba untuk berbagi ya,
kalau Babaranjang dengan combineer/ multiple,
yang bertugas dibagian belakang, bisa lebih santai kan Pak ?
Atau justru tidak perlu masinis ?
Pernah DT, dengan 201, yang depan, LH,
dan yang belakang, SH,
karena dijalankan bersamaan,
dengan dua masinis dan dua asisten masinis,
karena sudah tugasnya dan berpengalaman,
kecepatan kedua loko, yang saat itu sedang menarik rangkaian
kereta barang/ BBM sekitar 20 rangkaian, hampir berimbang,
hanya selisih 1 atau 2 km/ jam nya pada akhirnya.
Hal ini bisa kita ketahui,
karena kita bisa melihat dengan cukup jelas,
speedometer yang berada dibelakang kita,
atau yang dibagian belakang, juga dapat mengintip kecepatan
dari loko yang ada didepannya, jadi,
tinggal menyesuaikan kecepatannya saja.
Makanya, agar masinis loko dapat saling mengintip kabin,
dibuat dengan yang bagian depan LH,
dan bagian dibelakangnya persis, SH.
Adu kepala lah.....
Inilah hebatnya para masinis yang sudah hafal medan !
Kalau sebelum kereta barang dilengkapi dengan rem angin,
biasanya dengan Semboyan 36, 37 atau 38,
para pelayan rem, sudah mengerti,
kapan mereka harus bertindak,
karena petak Malang - Bangil
penuh turunan dan tanjakkan.
S4 / CMIIW

![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
(29-08-2011, 08:48 AM)CC 201 91 Wrote: itu3an itu sedang apa pakdhe
Sedang diparkir sementara,
mungkin masih ada yang dicuci,
saya agak lupa soalnya.....

3an itu sedang apa pakdhe 
![[Image: BonBon.jpg]](http://i1255.photobucket.com/albums/hh636/kadaop_x/BonBon.jpg)