06-09-2011, 09:43 PM
(This post was last modified: 06-09-2011, 09:49 PM by Martu Hares P.)
Karena fungsi DT [jika untuk petak Malang - Bangi],
hanya untuk mendorong pada saat jalan mulai menanjak saja,
atau sedikit membantu mengerem saat jalan menurun,
yang dulu, sebelum memakai air brake, dengan kode suling,
para juru/ pelayan rem, sudah siap melaksanakan tugasnya.
[/b][/color]
S4.

[/quote]
DT biasa/bkn MU, yg menghandle pengereman cm mass lok yg dpn, lok kedua, cut off pilot valve automatic brake diposisikan out, cm bantu tenaga saja.![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
betul, KA BBR pke lok yg di MU, ckup 1 mass dan ass.mass di lok yg palg dpn. Lok ke2 atau ke3 atau jika lebih dr 2 lok tdk perlu diawaki. Kabel jumper MU dipasang, kran MU 2A valve (slah satu komponen pada sistem pngereman) lok yg tdk diawaki diposisikan out.
hanya untuk mendorong pada saat jalan mulai menanjak saja,
atau sedikit membantu mengerem saat jalan menurun,
yang dulu, sebelum memakai air brake, dengan kode suling,
para juru/ pelayan rem, sudah siap melaksanakan tugasnya.
[/b][/color]
S4.

[/quote]
DT biasa/bkn MU, yg menghandle pengereman cm mass lok yg dpn, lok kedua, cut off pilot valve automatic brake diposisikan out, cm bantu tenaga saja.
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
(30-08-2011, 02:16 AM)pardjono Wrote: @ Bapak Adi Sutjipto
DT Babaranjang = DT otomatis;
DT CC 201 = DT manual.
Begitukah?
betul, KA BBR pke lok yg di MU, ckup 1 mass dan ass.mass di lok yg palg dpn. Lok ke2 atau ke3 atau jika lebih dr 2 lok tdk perlu diawaki. Kabel jumper MU dipasang, kran MU 2A valve (slah satu komponen pada sistem pngereman) lok yg tdk diawaki diposisikan out.
RF Martu Hares P, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.
