07-10-2011, 08:56 PM
(28-09-2011, 11:27 PM)aditto Wrote: [spoiler]
@om illia n om bangunkarta ...
Setuju ...
Memang seharusnya ada 'solusi' yang lebih 'cerdas' dari operator terhadap penggunanya, tidak sekedar 'carilah alternatif transportasi lain'.
Mau pake lok n k3, atau memberdayakan bumi geulis, atau meminjam krd dari daop lain ... ya apapunlah ... saya yakin kalau operator menawarkan solusi, pasti pengguna pun merasa di'pedulikan', penghargaan n respect ke operator pun pasti bertambah.
Tapi sebaliknya, jika operator berdiam diri saja, yaa ... wassalam deh, pandangan negatif terhadap operator ndak akan pernah bisa hilang.
Soalnya jadwal perjalanan yang hilang di jam padat pergi n pulang pasti signifikan berpengaruhnya. Dan memang bener, pengguna di daerah2 tanggung seperti citayam n bojong akan sangat kesulitan berganti moda.
Kalau soal teknis krl yang terhambat kalau pake loko, dan soal langsiran sih, itu sudah resiko yang pasti terjadi. Lha orang dalam keadaan abnormal kok. Penumpang pasti n harus mengerti.
Yg pasti, inti permasalahan yang harus dipecahkan memang bagaimana penumpang tetap terangkut dalam kondisi armada krl yang dikurangi ... kalau ini berhasil, bolehlah angkat topi n acung jempol untuk operator. Kalau cuek2 saja ... ndak tau deh kedepannya ... hehee ...
Hati2 lho operator KA. Ancaman jalan raya mulai terlihat lho sekarang. Tol jagorawi sudah tambah lebar. Tiap pagi mulai dari saya tutup pagar rumah (bogor) sampai saya kunci pintu kendaraan di parkiran kantor (sudirman) rata2 hanya 1,5 jam. Itu sudah plus macet di pintu tol cimanggis, taman mini n exit tol kuningan.
Kalau tol depok jadi, fly over antasari jadi, sepertinya banyak yang bakal beralih moda ke jalan raya ...
[/spoiler]
<=== lagi mbayangin langsiran
di BOO dan DP
bagus solusinya, sayang nya koq PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bersama PT KCJ sudah atau tidak mempertimbangkan dan memikirkan hal tersebut, juga beserta dampak berikut hitung2an ekonomis nya ya ?
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
