14-10-2011, 12:19 AM
(13-10-2011, 10:34 PM)ady_mcady Wrote: ^^^
belum tentu mbak,
kalo pakai listrik lebih murah, itu betul untuk biaya operasional mengingat harga bbm industri yang mahal. menurut hitung2an saya, perbandingannya bisa 1:3.
tapi kalau dengan menggunakan listrik maka harga karcis akan lebih murah, wah itu belum tentu. tergantung operatornya. karena bisa saja selisih harganya tidak dikembalikan ke konsumen tetapi dimasukkan sebagai pendapatan perusahaan. hehehe...
dan lagi kalau trafiknya belum padat, hitung2annya malah tidak feasible mengingat pembangunan infrastruktur kelistrikan itu sangat mahal (menurut berita2 yang saya tahu, per km jatuhnya bisa sekitar 30 mil atau setara pembangunan dobel trek baru). dan ini mempengaruhi pada berapa harga yang operator harus bayar untuk sewa gardu/jaringan laa, dll.
cmiiw...
emang betul sih klo di indonesia mending ramein aja jalur2 komuter dan bikin double track dulu.... nungguin kereta komuter di bandung aja kerasa lama banget...
cuma geli aja baca pendapat orang yg menolak pemasangan LAA hanya karena soal merusak pemandangan... padahal keuntungannya (dengan kondisi jalur sekelas komuter daop I) jauh lebih banyak, baik dari segi lingkungan maupun operasional kereta

cuma geli aja baca pendapat orang yg menolak pemasangan LAA hanya karena soal merusak pemandangan... padahal keuntungannya (dengan kondisi jalur sekelas komuter daop I) jauh lebih banyak, baik dari segi lingkungan maupun operasional kereta

@antonius_123:
bener nih, rasionya sampai 4x lebih irit
CMIIW sptnya antara HSD dan solar sama aja y....
visit my blog
Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api'
RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api'

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.

