29-10-2011, 10:45 PM
wah trid ini muncul lagi..... memang seharusnya wacana pemindahan ibukota lebih diprioritaskan dalam RPJPN 2005-2025.. dan sangat tepat apabila ibukota tersebut sebaiknya dipindahkan ke luar pulau jawa... dan dengan pertimbangan2 kedaulatan negara serta pemerataan aset ekonomi ke seluruh Indonesia serta memaksimalkan potensi seluruh wilayah NKRI menjadi sebuah potensi nasional yang digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran masyarakat seluruh Indonesia....
jujur secara pribadi, saya sangat sepakat untuk memindahkan ibukota ke luar pulau Jawa saja, dengan asumsi:
- luas tanah pulau jawa yang cuman 7% luas seluruh daratan Indonesia telah dihuni oleh lebih dari 60% penduduk Indonesia
- konsentrasi ekonomi Indonesia di Jawa (tepatnya Jakarta)... dimana 70% cash flow di Indonesia berputar di jakarta... sementara 68% cash flow jakarta hanya berputar-putar di segi tiga Jl. Jend. Sudirman, Jl. HR. Rasuna Said dan Jl. Jend. Gatot Subroto
- dan hampir semua hal yang ada di Indonesia terkonsentrasi di Jawa, bahkan lebih tepatnya di Jabodetabek...
nah ketika segala hal terus-terusan terkonsentrasi di Jawa... tentu Indonesia akan jadi negara ekonomi biaya tinggi, yang artinya potensi2 perekonomian yg dimiliki akan sia2... kemudian pembangunan infrastruktur yang ada jelas2 ada dalam tahapan pemborosan yang sangat besar.. karena dengan wilayah yang sangat terbatas dan dengan konsentrasi penduduk dan mobilitas sangat tinggi (namun terbatasi oleh sempitnya ruang gerak) akan menimbulkan pemborosan di segala hal....
selanjutnya... bagaimanakah pengelolaan lingkungan di pulau jawa yang sangat padat tersebut, terlebih pulau jawa-lah dataran salah satu dengan tingkat kesuburan "paling baik" di Indonesia jika terus2an dibangun infrastruktur berat sehingga perekonomian di Jawa semakin tak terkendali dan arus urban ke jawa juga makin besar... ya.. nasib lingkungan pulau jawa tinggal "menunggu waktu saja"...
nah dengan adanya perpindahan ibukota ke luar pulau Jawa... tentu akan punya multiple effect yang luar biasa:
- pemerataan ekonomi ke seluruh Indonesia (meskipun butuh waktu yg sangat panjang dan komitmen yg kuat)
- ada upaya untuk melindungi keseimbangan lingkungan pulau Jawa
- kalo ibukota di Palangkaraya misalnya: tentu sebagai center point dari Indonesia, akan bisa menumbuhkan perekonomian secara merata di Indonesia
- pembangunan infrastruktur baru, bisa dilakukan dengan biaya yang "rasional"
- sebagai catatan: Indonesia bukan menganut sistem hukum dan perekonomian model anglo saxon.. seperti di USA... sehingga sangat mungkin memisahkan wilayah ibukota dan pusat perekonomian... Indonesia lebih menganut sistem Erpa daratan (continental)... dimana di sekitar ibukota akan tumbuh segala perekonomian, karena urusan birokrasi akan lebih musah..
coba bayangkan, kalo ibukota di Palangkaraya... industri berat akan berangsur-angsur pindah ke Kalteng (yg memang tanahnya keras, kurang subur dan datar).. pembangunan infrastruktur mobilitas publik dan barang massal seperti KA, tentu saja akan lebih cepat ketimbang jika dipusatkan di Jawa.. karena potensi perkembangan perekonomian dan biaya pengadaan lahan serta pembangunan yg lebih rasional...
ketimbang bangun JSS... proyek mercusuar yg hanya akan menjadikan Jawa semakin berat menopang segala infrastruktur... coba kalo anggaran JSS dialihkan untuk merealisasikan pemindahan ibukota ke wilayah baru yg lebih luas..dan lebih efisien dari segi biaya... serta m,erevitalisasi sistem perhubungan laut dan udara Indonesia... serta pembangunan interkoneksi perhubungan di Kalimantan: KA barang, Angkutan sungai, angkutan laut, angkutan udara..
jujur secara pribadi, saya sangat sepakat untuk memindahkan ibukota ke luar pulau Jawa saja, dengan asumsi:
- luas tanah pulau jawa yang cuman 7% luas seluruh daratan Indonesia telah dihuni oleh lebih dari 60% penduduk Indonesia
- konsentrasi ekonomi Indonesia di Jawa (tepatnya Jakarta)... dimana 70% cash flow di Indonesia berputar di jakarta... sementara 68% cash flow jakarta hanya berputar-putar di segi tiga Jl. Jend. Sudirman, Jl. HR. Rasuna Said dan Jl. Jend. Gatot Subroto
- dan hampir semua hal yang ada di Indonesia terkonsentrasi di Jawa, bahkan lebih tepatnya di Jabodetabek...
nah ketika segala hal terus-terusan terkonsentrasi di Jawa... tentu Indonesia akan jadi negara ekonomi biaya tinggi, yang artinya potensi2 perekonomian yg dimiliki akan sia2... kemudian pembangunan infrastruktur yang ada jelas2 ada dalam tahapan pemborosan yang sangat besar.. karena dengan wilayah yang sangat terbatas dan dengan konsentrasi penduduk dan mobilitas sangat tinggi (namun terbatasi oleh sempitnya ruang gerak) akan menimbulkan pemborosan di segala hal....
selanjutnya... bagaimanakah pengelolaan lingkungan di pulau jawa yang sangat padat tersebut, terlebih pulau jawa-lah dataran salah satu dengan tingkat kesuburan "paling baik" di Indonesia jika terus2an dibangun infrastruktur berat sehingga perekonomian di Jawa semakin tak terkendali dan arus urban ke jawa juga makin besar... ya.. nasib lingkungan pulau jawa tinggal "menunggu waktu saja"...
nah dengan adanya perpindahan ibukota ke luar pulau Jawa... tentu akan punya multiple effect yang luar biasa:
- pemerataan ekonomi ke seluruh Indonesia (meskipun butuh waktu yg sangat panjang dan komitmen yg kuat)
- ada upaya untuk melindungi keseimbangan lingkungan pulau Jawa
- kalo ibukota di Palangkaraya misalnya: tentu sebagai center point dari Indonesia, akan bisa menumbuhkan perekonomian secara merata di Indonesia
- pembangunan infrastruktur baru, bisa dilakukan dengan biaya yang "rasional"
- sebagai catatan: Indonesia bukan menganut sistem hukum dan perekonomian model anglo saxon.. seperti di USA... sehingga sangat mungkin memisahkan wilayah ibukota dan pusat perekonomian... Indonesia lebih menganut sistem Erpa daratan (continental)... dimana di sekitar ibukota akan tumbuh segala perekonomian, karena urusan birokrasi akan lebih musah..
coba bayangkan, kalo ibukota di Palangkaraya... industri berat akan berangsur-angsur pindah ke Kalteng (yg memang tanahnya keras, kurang subur dan datar).. pembangunan infrastruktur mobilitas publik dan barang massal seperti KA, tentu saja akan lebih cepat ketimbang jika dipusatkan di Jawa.. karena potensi perkembangan perekonomian dan biaya pengadaan lahan serta pembangunan yg lebih rasional...
ketimbang bangun JSS... proyek mercusuar yg hanya akan menjadikan Jawa semakin berat menopang segala infrastruktur... coba kalo anggaran JSS dialihkan untuk merealisasikan pemindahan ibukota ke wilayah baru yg lebih luas..dan lebih efisien dari segi biaya... serta m,erevitalisasi sistem perhubungan laut dan udara Indonesia... serta pembangunan interkoneksi perhubungan di Kalimantan: KA barang, Angkutan sungai, angkutan laut, angkutan udara..
ah.. saya cuman orang kecil... mungkin bukan kapasitas saya memberikan penilaian atas kebijakan yg udah-udah... paling2 cuman bisa berkomentar ajah

"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
~just quote~
