(26-11-2011, 10:58 PM)Adi Sutjipto Wrote:(18-10-2011, 01:35 PM)Alifiardi CC204 39 Wrote: BB 301 yg SH Mana LH Mana Kasi Tau y![]()
[spoiler=Dahulu,
ketika Lok BB 301, 304 dan CC 200 masih merajai
untuk koridor Jakarta - Semarang/ Yogya - Surabaya
dan sampai Banyuwangi,
tentu untuk ketiga jenis Loko ini, semuanya Double Cabin.]
Pada saat itu, entah yang dikenal dengan Ujung Pendek
dan Ujung Panjang, untuk jenis Loko yang lain,
juga dikenal dengan Ujung 1 dan Ujung 2.
Menurut para pensiunan masinis,
kadang mendapat perintah, untuk berjalan
dengan ujung 1, atau ujung 2, dengan alasan tertentu.
Karena untuk BB 301/ 304 atau CC 200, mana yang SH dan LH ?
Dua-duanya terdapat kabin !
Yang dibuat patokan untuk membedakan adalah Radiatornya.
Kabin, yang dibelakangnya terdapat radiator, disebut UJUNG 1.
Kebalikannya, yang dibelakangnya tidak ada radiatornya,
disebut UJUNG 2.
Dengan dibedakan tersebut,
juga tidak akan salah masuk, jika diperintah untuk, misalnya,
memperbaiki sesuatu atau mengambil sesuatu,
tinggal masuk Ujung 1 atau 2, sesuai permintaan,
karena sudah ada ketentuannya.
Posisi panel listrik, selalu pada ujung 1,
karena dekat dengan radiator, sehingga diharapkan,
tidak mudah panas karena imbas adanya cooling fan yang bekerja,
sehingga juga terdapat sirkulasi udara.
Hanya saja,
ada kelebihan dan kekurangan dengan posisi kipas angin
yang seharusnya dengan adanya Thermostat, mulai bekerja
pada temperatur 72' C, pada akhirnya dirubah menjadi 70' C.
Dengan alasan,
elemen atau kisi-kisi radiator, karena terkena debu, kotoran dlsb,
lebih cepat kotor dan dapat mengakibatkan, cepat panas.
Sehingga, temperaturnya diturunkan sedikit, agar lebih aman.
Untuk Lok BB 301-304 karena posisi radiator yang berada
disisi kanan dan kiri, dengan kipas angin pada atap yang menyedot
udara dari dalam dan menghembuskan angin keatas/ keluar,
untuk elemen/ kisi-kisi radiator, memang lebih cepat kotor.
Juga untuk Lok BB 303-305,
walau posisi radiator ada diujung panjang,
tetapi karena jika dijalankan dengan LH,
memang sedikit lebih berpengaruh untuk cepat panasnya
[ walau sebenarnya sudah ada thermostat nya ],
tetapi juga lebih cepat kotor kisi-kisi nya.
Itu semua,
jika dibandingkan dengan Lok seri CC, entah 201, 203, 204.
Karena, posisi radiator yang diatas, dengan cooling fan yang menyedot udara dari dalam, dan menghembuskan keluar pada atap,
dibagian LH nya.
Relatif lebih bersih, dengan perode jalan yang sama.
Tapi,
walau sekarang istilah Ujung 1 dan Ujung 2 sudah jarang dipakai,
dengan semakin berkurangnya loko Dobel Kabin,
untuk Ujung 1 jenis CC,
tetap yang terdapat posisi radiatornyalah,
yang dianggap sebagai Ujung 1 nya.
Saat ini, pada posisi LH.
Demikian,
semoga sedikit bermanfaat.
Terlampir dua buah gambar teknik dari BB 200 dan 301.
S4.
Ujung 1 dari BB200, disebelah kanan gambar.
Pada posisi longhood.
Ujung 1 dari BB 301, pada kabin disebelah kiri gambar.
[/spoiler]
OTT
om Adi.. Boleh kah saya minta skema lok" di atas.? berhubung saya suka gambar teknik manual saya mau belajar ngambar skema lok dg sekala..
alangkah baiknya kalo ada skema seperti di atas itu..
TUT TUT.. KOBONG..!!
~Presjam~

![[Image: LokBB20011.jpg]](http://i807.photobucket.com/albums/yy358/argoloyo_gandargolong/LokBB20011.jpg)
![[Image: GambarTeknikBB301.jpg]](http://i807.photobucket.com/albums/yy358/argoloyo_gandargolong/GambarTeknikBB301.jpg)
[/spoiler]