07-12-2011, 08:52 AM
[spoiler=Buntut Kepanikan Di Stasiun Tanjung Barat, 3 Penumpang KRL Luka]
Jakarta - Kabel listrik aliran atas KRL Ekonomi tujuan Bogor terbakar dan putus di Stasiun Tanjung Barat. Rupanya, insiden itu menimbulkan kepanikan bagi penumpang. Tiga orang luka-luka karena berdesak-desakan keluar kereta.
"Iya ada tiga luka, karena kepanikan kemarin. Mereka berdesak-desakan ingin keluar karena melihat ada percikan api," kata Kahumas Daops I PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Mateta Rizalulhaq, kepada detikcom, Rabu (7/12/2011).
Menurut Mateta, kondisi para korban kini sudah berangsur pulih. Mereka mendapat perawatan dari rumah sakit terdekat setelah kejadian.
Nah, bagaimana dengan penyebab putusnya kabel listrik tersebut? PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah melakukan investigasi. Hasilnya, diduga ada oknum penumpang yang mengotak-ngatik panel listrik di ruang masinis bagian tengah.
"Diduga ada penumpang iseng yang masuk di kabin. Ada kabin masinis, itu yang di tengah. Ini terjadi untuk kesekian kalinya," terangnya.
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah meminta kepolisian untuk menyelidiki masalah ini. Dia berharap, ke depan, kejadian tidak terulang.
"Ini kan merugikan ribuan penumpang," tegasnya.
[/spoiler]
"Iya ada tiga luka, karena kepanikan kemarin. Mereka berdesak-desakan ingin keluar karena melihat ada percikan api," kata Kahumas Daops I PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Mateta Rizalulhaq, kepada detikcom, Rabu (7/12/2011).
Menurut Mateta, kondisi para korban kini sudah berangsur pulih. Mereka mendapat perawatan dari rumah sakit terdekat setelah kejadian.
Nah, bagaimana dengan penyebab putusnya kabel listrik tersebut? PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah melakukan investigasi. Hasilnya, diduga ada oknum penumpang yang mengotak-ngatik panel listrik di ruang masinis bagian tengah.
"Diduga ada penumpang iseng yang masuk di kabin. Ada kabin masinis, itu yang di tengah. Ini terjadi untuk kesekian kalinya," terangnya.
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah meminta kepolisian untuk menyelidiki masalah ini. Dia berharap, ke depan, kejadian tidak terulang.
"Ini kan merugikan ribuan penumpang," tegasnya.

