28-12-2011, 10:19 PM
(28-12-2011, 06:56 PM)mdnboy Wrote:(28-12-2011, 05:51 PM)CC203 35 Wrote: Loh ? Emang kamu pikir Bangunkarta Executive punya Daop mana ? Daop Madiun kan ?
Kereta dari Daop Madiun sudah dapat jatah asistensi dari Daop lain, misalnya Bangunkarta yang ditarik lokomotif daop Jakarta. Jadi tetep bisa kalau mau bikin kelas eksa baru, walau gak punya lokomotif. Taapi ya itu, perlu dilihat keadaan pasarnya.
iya, memang Bangunkarta berasal dari DAOP VII Madiun, tapi menurut petugas di stasiun dan dipo lok yang saya ajak ngobrol lok-lok yang mereka miliki saat ini hanyalah BB300 dan lok kelas D, lok untuk Bangunkarta yang saya lihat dipo nya berada di Jatinegara (berdasarkan tulisan yang saya baca di body lok nya)
yang diingankan petugas di sana adalah DIPO di Madiun memiliki lok CC sendiri, dan mereka sih menghendaki CC204
Iya memang betul. Tapi kan tetap aja bisa membuat kereta Eksa/Argo baru milik Daop 7 walau tak punya lok. Yang dibahas kan itu. Bangunkarta, Brantas, dan Kahuripan dapet asistensi loko dari daop lain. Selain itu, KA Bangunkarta Eksekutif juga merupakan KA dengan pelayanan yg sangat memuaskan, lebih dari Sembrani, Turangga, Taksaka, dan Argo Anggrek. Brantas merupakan KA Ekonomi ter-aman, dari rangkaiannya sendiri juga cukup nyaman kok. Kahuripan ? I dont know.
Jadi, walau punya kekurangan karena tak punya lokomotif CC, DAOP 7 sendiri mempunyai kelebihan yg tak dimiliki Daop lain.
Tapi saya setuju kalau Daop 7 mau dikasih CC, yaa minimal CC 201 lah. Btw, pernah baca di sebuah artikel (lupa, sekitar 3 bulan yg lalu) lokomotif Daop 5 (Dipo PWT) bakalan ngasih beberapa lok CC201, Daop 3 dan Daop 7 berpeluang mendapatkannya. Tapi sampai sekarang belum ada bukti.

