31-12-2011, 03:24 PM
(31-12-2011, 02:43 PM)dtRAiNeR Wrote:(31-12-2011, 02:36 PM)OrangBingung Wrote:(31-12-2011, 02:22 PM)dtRAiNeR Wrote:(31-12-2011, 01:31 PM)OrangBingung Wrote: [spoiler]Maaf, kalau misalnya saya mau naik Bima (Masih kereta tidur) dari Gambir ke Yogyakarta
Tapi, karena tidur saking nyenyaknya sampe-sampe suara pengumuman tidak terdengar, stasiun Yogyakarta ketinggalan jadi kebablasan sampe ke Surabaya.
Bagaimana caranya mengatasi hal seperti ini?[/spoiler]
Pengalaman saya di Rumania, nanti kondektur akan membangunkan penumpang ketika mendekati tempat tujuan. Kondektur tiap kereta memegang data-data manifes penumpang, kamar nomor X tempat tidur nomor Y dengan tujuan Z. Ketika hampir mendekati tujuan, kondektur datang dan mengetuk pintu kamar agar penumpang yg akan turun segera berkemas.
Entah bagaimana dengan Bima tempo doeloe, tapi ini yg sempat saya amati saat saya berada di Rumania (maklum, gak kebagian buat liat langsung, apalagi naik Bima dengan kereta tidur; Bima dengan K1 ex. Argo Bromo saja baru sempat foto-foto dua hari yg lalu di Gambir)...
Jadi, sebelum masuk ke dalam kereta, penumpangnya mengisi dulu datanya ya?
Enggak, penumpang tidak mengisi lagi datanya. Tapi didata oleh kondektur, kadang liat tiket atau ditanya langsung...
Atau terkadang, untuk KA antarnegara, penumpang dengan satu tujuan yg sama diangkut dalam kereta yg sama. Jadi kereta terdepan untuk tujuan paling akhir, kereta terbelakang untuk tujuan pertama (sekaligus dicopot, apalagi kalo keretanya dari negara-negara berbeda, langsung dicabut di negara tujuan). Lebih memudahkan baik bagi penumpang (gak perlu takut kebablasan) dan kondektur (gak perlu bangunin satu per satu)...
Efektif Untuk Mengurangi Para Kambing yang bila lihat KA Luar Kota main serbu aja.
Kalau ada Kereta Tidur Rekomendasi saya kayak Bentuk Posting Sawunggalih Nomor 221.
Disitu memang hanya ditujukkan pada Kereta Kelas Satu Dengan Fasilitas Reclincing Bed Terserah mau diatur kayak gimana tidurnya.
pintunya kayak Pintu Lipat PPD+Pintu Otomatis Jadi yang bisa Buka Cuma ada 2 Unsur yaitu penumpang yang mau naik/turun atau crew. dalam 1 Gerbong Toiletnya Maksimal ada 10 Minimal ada 3+Ruang Istirahat Para Crew di Tiap Gerbong.
semisal ada Hal Emergency d KA Tarik Rem Daruratnya kayak KRL Holec.
Deret Terdepannya Dikasih Sebuah Pagar kecil agar Bila Penumpang Sedang Tidur Tidak Jatuh dari Kasur+Leg Rest.
Nah Kalau Kelas 2 ataupun Kelas 3 Tinggal Kira2 Mau usulan Kayak Gimana?


[/spoiler]