26-01-2012, 01:36 AM
(19-01-2012, 12:04 PM)spoorweg maatschappij Wrote: Makanya saya juga heran. Padahal transmisi hidrolik selain rugi tenaga di torque converter juga butuh perawatan berkala yang rumit. Konstruksi transmisi hidrolik juga lebih rumit. Makanya lokomotif DH lebih cocok untuk langsir atau jalur cabang.
Coba bandingkan dengan transmisi DC-DC. Sederhana sekali. Mesin diesel - generator DC - TM DC. Kalau AC-AC hanya sedikit kompleks. Mesin diesel - generator AC - rectifier - filter penghalus tegangan - inverter - TM AC. Lokomotif DE lebih sedikit moving part sehingga perawatan lebih mudah selain sanggup mentransmisikan daya yang jauh lebih besar dari DH.
Bro yakin neh konversinya seperti itu.?
Ngapain susah2 dijadikan DC trus ke AC lagi cuma untuk ngasi filter aja..(kapasitor)..Duh tambah akeh lossesnya..
Mohon dijelaskan..ane buta neh..


. Padahal transmisi hidrolik selain rugi tenaga di torque converter juga butuh perawatan berkala yang rumit. Konstruksi transmisi hidrolik juga lebih rumit. Makanya lokomotif DH lebih cocok untuk langsir atau jalur cabang.

![[Image: siggi.jpg]](http://i984.photobucket.com/albums/ae323/phadeen/Railfans/siggi.jpg)