22-03-2012, 11:53 AM
(22-03-2012, 01:45 AM)Dj_Dj_300791 Wrote: wah mau meng -up topiknya tapi ternyata udah di up duluan.
masih sedikit terkait dengan topik ini juga, beberapa hari yang lalu ane melewati MN via wilis - sancaka sore, di parkiran INKA tidak terlihat sama sekali parkiran rangkaian K3 AC yang baru, yang ada cuma Railbus-nya Solo dan KFW Bombardier yang tidur disana, so, ane menarik kesimpulan bahwa rangkaian Gajahwong dan Bogowontoakan lebih "dibuat sesuai" fakta untuk kedinasannya, gak kayak dulu yang bawa sampe 10-11 K3AC tapi gak maksimal isinya. Kemudian, sisa rangkaian yang tidak dinas dicampur, dan dibagi 2, 1 buat cadangan Gajahwong dan bogowonto dan 1 lagi buat rangkaian Malioboro Ekspress sendiri.
Soal perjalanan, sepertinya perjalanan Malioboro Ekspress ini menggunakan sistem sehari PP karena perjalanannya kurang dari sama dengan 12 jam, yang artinya ga mungkin ada alokasi 2 rangkaian kalau sekali dinas hanya butuh 6jam (kurang lebih). Namun, setelah dipikir, problem berikut yang muncul adalah, dari Malangnya, kereta ke barat pada malam hari sudah menumpuk (Ada Malabar, Gajayana, Senja Singosari yang membackup penumpang sampai Paron/Walikukun/Solojebres). Kira - kira gimana ya perletakan jadwal malioboro ekspress ini? apa akan ditaro di jadwal penutup (pukul 8 malem dari Malang)? Tapi lain halnya jika memang akan dibuat 2 trip pagi - malam sepeti sistemnya Sancaka (seperti yang diutarakan mas d'trainerz diatas), yang berarti malah menjadi membutuhkan 2 rangkaian yang berarti agak sedikit kurang efisien dalam manajemen jumlah rangkaian, karena PT KA sendiri belum tau bagaimana okupansi koridor ini nantinya bukan? Sangat terlalu riskan melaunching 2 trip (pagi malam) secara bersamaan, karena kalau seandainya okupansi tidak sesuai harapan, yang ada secara bersamaan melikuidasi trip KA ini bersama - sama sesuatu yang tidak arif. terlebih biasanya sebelum membuka 2 trip, biasanya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan melakukan survey okupansi dengan melaunching trip dalam 1 perjalanan dulu, setelah sukses baru dibuat 2 trip (seperti Blorajaya, Kaligung Emas, Harina, Rajawali). Just my opinion.
Kalo soal stamformasi rangkaian, ane gak mau terlalu banyak percaya sama berita, karena pada beberapa hari yang lalu, sempat ada berita ternama yang menyebutkan Bogowonto ditarik ke YK pada stamformasi K1 + K3AC, tapi realisasinya hanya K3AC. Jadi kalo dari ane masih menunggu teleks resmi dari pusatnya aja. Just IMHO
bisa jadi kang Dj. Dari ML perkiraan ane diletakkan sekitar jam 19:30 kalo dari Yk pagi. Tapi ya itu tadi kalo dari ML sekitar jam segitu kemungkinan sampe KTS sudah tengah malam apakah okupansinya cukup menjanjikan?

