06-05-2012, 11:05 PM
(23-10-2011, 09:27 PM)antonius_123 Wrote: Terima kasih pak Andy untuk data2nya.
Memang aneh yang satu itu kok pakai battere. Mungkin semacam lok uap tanpa api yang pernah dipakai di Wonokromo dan bebefapa tempat lain cuman buat jalan jarak pendek.
Coba saya hitung, Tegangan 360 volt, power 115 kW. Arus pada power penuh 115.000/360= 320 amper. Di jaman dahulu adanya cuman battere seperti yang dipakai di mobil, battere Pb dengan tegangan cell 2 volt. Jadi perlu 180 cell atau 30 battere (◣_◢)┌∩┠12 volt yang terdiri dari 6 cell. Kalau kita ambil yang kapasitasnya 400 ah, ini sudah besar dan berat sekali, maka bisa berjalan dengan power penuh selama cuman 400 / 320 jam = 1 jam dan 15 menit. Pendek sekali. Jadi saya rasa hanya untuk langsiran aja seperti Lok
uap tanpa api.
Salam
lok uap tanpa api tuh kayak gimana mas?
