11-07-2012, 07:18 PM
(11-07-2012, 07:11 PM)Nicodio Wrote:(11-07-2012, 07:08 PM)enrico Wrote: [Spoiler]
(11-07-2012, 06:23 PM)Illia Wrote:[/Spoiler](11-07-2012, 05:14 PM)Nicodio Wrote: Memang tidak selamanya perubahan itu bagus. PT.KAI membuat pernyataan "silahkan cari transportasi lain, kami tidak butuh penumpang" itu ditujukan untuk kelas apa, mungkin saja ekonomi. yang notabene adalah kereta subsidi. Karena tidak mau rugi banyak ya dialihkan ke Ekonom AC. Pak Yonan sebelumnya kepala Citibank(tidak punya background kerja di kereta api. Ini menurut cerita senior saya). Makanya kereta api sekarang serba ekonomis. Jika tidak untung ya gimana lagi. Banyak keluhan tapi, pnp masih banyak. Dengan sistem tempat duduk keuangan tidak lagi bocor,pemasukan jelas. Dari tiket per gerbong yang terjual,ekonomi jelas pemasukannya. Sebelumnya dengan tiket mirip kartu domino,apa ada setengah gerbong yang membayar. Jadi semua serba ekonomisItu ga cuma untuk kelas eko kok. Kelas eksa dengan harga mahal dan pelayanan apa adanya juga dapat statment tersebut .
Kelas eksa harga mahal, pelayanan yang di dapat hanya AC dan KA terlambat jg sering. Malah aku bilang lebih tepat kalau naik K3 malahan wkwkwkw. Gak inget kali ya, pas Dirut PT Sepur di komplain mentri BUMN soal pelayana KA kelas eksa malah berkelit kabur dari komplainan tersebut. Banyak yang komplain soal KA kelas eksa tp dijawab "anda ga suka? silahkan menggunakan Alternatip lain" ya ga masalah sih, masih banyak Bus dan Pesawat yang siap menampung penumpang dengan harga yang realistis dan pelayanan yang sesuai dengan di bayarkan. Bahkan sekarang bilang "Sudah tidak butuh penumpang lagi" ooo ya uda kalau begitu karena tujuannya uda mencari untung kereta api memang bukan lagi untuk rakyat. Tapi cuma untuk orang menengah ke atas yang mau menerima pelayanan apa adanya.
Silahkan berkaca ke jaman masa2 TOP 21....itu jaman2 dimana Kereta APi Eksa bener2 masih sesuai dengan kapasitas eksekutif yang sebenarnya.
Inget mas Kereta api itu dulu dibuat buat rakyat. Apa lg K3 dari anggaran daerah yang jelas2 itu duit dari rakyat jg.. Soal karcis domino banyak kambing dll itu tergantung petugasnya gmana? displin apa ga? ada kambing ya tendang keluar. Soale dari petugas atau KP dalamnya aja mentalnya memelihara "kambing" bukan salah karcisnya mau domino atau kertas itu ga ada urusannya? kayak soal calo, masih banyak tuh petugas yang kerja sama ama calo sampe detik ini juga saya temukan di beberapa stasiun besar di Jakarta. Artinya kalau dari perusahaannya sendiri uda ga disiplin....gmana mau mau melayani penumpang yak?
(11-07-2012, 05:31 PM)enrico Wrote: ya memang, apapun kebijakannya PT.KAI gak bakal ditinggal oleh konsumennya, dengan alasan ekonomis saja gak cukup untuk merubah tradisi lama KA, harus ada paling tidak solusi cerdas untuk menyapu semua peminat KA bukanya langsung lepas tangan begitu saja. sekarang balik ke joglosemar dan pandan wangi yang notabene KA komuter (temapt duduk bebas), padahal potensi jelas besar, peminat juga sudah banyak, bukannya pelayanannya ditingkatkan, kenapa malah dihapus? apa armadanya sudah tua? tetapi kalau memang serius kenapa gak diback up dengan KA yg stabling di SLO atau SMC? teringat jelas waktu itu status pandanwangi itu K2 dan banyubiru K3 namun pelanyanannya memang terkesan asal2an. apalagi banyubiru yang keberangkatan dari SMC pagi hari saja sering telat, padahal jarak diponya cuma 500meter dari stasiun.Simplenya gini om enrico. Sebenarnya itu dihapus karena menurut perusahaan tidak menguntungkan. Serta tiketnya terlalu murah. Makanya KA macam Feeder BJ dihapus supaya penumpang pindah ke Blojeks yang harganya lebih mahal. Dengan begitu pendapatan perusahaan dapat terpenuhi. Selain itu seperti kasus Pandanwangi jg sama, sebenare pandanwangi penuh kok dan bertiket semua. Tapi karena ramenya di petak Semarang-Gundih doank makanya Daop 6 Solo ga mau rugi. Akhirnya the end dah pandanwangi. Walau alibinya rangkeannya rusak....tp buktinya msh ngebut bawa xgung bisnis KRD tuh. Soale anak emasnya daop 4 skrg ya Xgung ama Blojeks sih yang terlihat penumpange lumayan banyak. Ya secara Xgung jg uda lebih dikenal masyarakat sih. Hasil kesabaran Perusahaan Sepur dimasa lalu berefek sampe sekarang. coba kalau perusahaan sepur yang sekarang? Mana ada kereta yang bertahan lama seperti xgung untuk komuter
?
ya lagi-lagi masalah menguntungkan? atau ga?
Selamat datang di Dunia Kereta Api 2012
memang, skala prioritas perlu (dalam hal ini yang diproritaskan KA kaligung) tapi seharusnya gak usah mengorbankan pandanwangi juga kali...
tapi kalau cuma untuk petak gundih-brumbung yang ramai saya kurang setuju soalnya daerah gundih-solobalapan juga luamayan ramai kalau siang terutama di stasiun salem (gemolong)
jadi fungsinya jadi komuter sematang untuk petak gundih-semarang poncol dan komuter solo untuk petak gundih-solobalapan
Gimana lagi mas rico, mungkin PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang punya datanya. Kenapa dihentikan operasinya
Nah itu dia,alasan ke publik karena armadanya sudah tua dan okupansi sedikit, padahal setelah pandanwangi dilikuidasi armadanya malah buat narik kaligung dan tarif sebelum dilikuidasi dinaikan drastis.
Lalu alasan yang paling mungkin ya prioritas, KA kaligung diberi tambahan armada. Tapi tetap kurang adil menurut saya karena sama-sama ramai okupansinya.
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri


. Soal karcis domino banyak kambing dll itu tergantung petugasnya gmana? displin apa ga? ada kambing ya tendang keluar. Soale dari petugas atau KP dalamnya aja mentalnya memelihara "kambing" bukan salah karcisnya mau domino atau kertas itu ga ada urusannya? kayak soal calo, masih banyak tuh petugas yang kerja sama ama calo sampe detik ini juga saya temukan di beberapa stasiun besar di Jakarta. Artinya kalau dari perusahaannya sendiri uda ga disiplin....gmana mau mau melayani penumpang yak? 

