21-07-2012, 10:39 AM
(20-07-2012, 02:10 PM)ady_mcady Wrote: saya kok jadi kepikiran gimana kalo si bonbon ini dinasan menarik langsam ke rangkas? tentunya elektrifikasinya sudah harus sampai rangkas dulu.
saya punya beberapa pertanyaan,
- sebenarnya mudah atau tidak ya membuat lok listrik itu? maksud saya jika dibandingkan dengan membuat lok diesel seperti cc300 itu
- seumpama indonesia membuat lok listrik sendiri apakah memungkinkan komponen lokalnya lebih banyak dibandingkan impor? misal motor traksi buatan sendiri, kontroler, dll
- kira2 jika dibandingkan antara lok listrik dengan diesel dengan kekuatan yang sama, mana yang lebih murah harganya?
Setuju! Lok ini sebaiknya beroperasi narik KA odong-odong, karena tampangnya cukup 'ekonomis', serasi dengan K3 dan isi penumpangnya

Paling gak bisa dipakai langsir KA jarak jauh di JAKK. Gak apa deh koplernya diganti model AAR yang penting bisa lebih produktif.
Gak berani bilang 'mudah' sih... Tapi, kalau bisa bikin lokomotif DE mungkin bisa bikin lok listrik, karena lok listrik itu hampir sama lok DE tanpa mesin diesel.
Soal kontroler dsb, saya rasa ada orang-orang lokal yang mampu bikin (pernah ada dosen kampus cerita tentang pengalaman merancang arc-furnace Krakatau Steel cuma bertiga). Menurut saya, sistem kontrol komputer dan VFD rancangan sendiri, walau pakai komponen (semikonduktor, IC, sensor dsb) impor, lebih penting daripada mengejar bikin komponen mesin lokal. Lebih cepat direalisasikan dan dalam waktu dekat lebih mengasah kreativitas. CMIIW
Lokomotif listrik lebih murah di biaya perawatan dan operasional. Klo harga belinya sih, kurang tau
Soal kontroler dsb, saya rasa ada orang-orang lokal yang mampu bikin (pernah ada dosen kampus cerita tentang pengalaman merancang arc-furnace Krakatau Steel cuma bertiga). Menurut saya, sistem kontrol komputer dan VFD rancangan sendiri, walau pakai komponen (semikonduktor, IC, sensor dsb) impor, lebih penting daripada mengejar bikin komponen mesin lokal. Lebih cepat direalisasikan dan dalam waktu dekat lebih mengasah kreativitas. CMIIW

Lokomotif listrik lebih murah di biaya perawatan dan operasional. Klo harga belinya sih, kurang tau

(20-07-2012, 10:55 PM)paulus Wrote:(20-07-2012, 07:17 AM)ady_mcady Wrote: ^^^
sebaiknya untuk keaslian tetap pakai plat yang asli. meskipun bisa saja ditambahkan untuk eksperimen menggunakan kode khusus untuk lok listrik misalnya BB 10XXXXX atau BB 40XXXXX.
Mungkin kalau diberi plat baru BB4002601 Di cowcactcher +logo PT.KAI di bodi bagus ya? tapi plat nomor lama jangan dicopot. Btw lok ini single/double cabin sih? kok kayak double cabin?
Menurut Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 45 Tahun 2010, lokomotif listrik diberi nomor kode 1 setelah susunan gandar. Jadi menurut penomoran baru loko ini bakal dapat plat BB100 26 xx (mungkin ditambah kode 'R')
visit my blog
Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api'
RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api'

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
