25-07-2012, 04:57 PM
wah, mas loko dapat info dari mana soal upgrade voltase ke 15 kV DC?
btw, ternyata "penyetruman" alias eletrifikasi mahal juga ya biayanya. kalau diindonesia, dari berita2 yang ada dimedia, rata2 per km bisa habis 20-30 milyar. penyetruman nambo yang jaraknya sekitar 10 km habis kira2 300 milyar. padalarang-cicalengka yang 40 km kira2 habis 1.2 triliun katanya.
kalau dibandingkan di amerika yang pakai 25 kV AC, per 5-6 km bisa buat beli lok baru seharga 2.5 juta dollar. berarti kalo di rata2 sekitar 5 milyar rupiah per km.
apakah ada pengaruhnya dari sistem DC 1.5 kV? saya pernah baca, sistem voltase rendah arus tinggi memerlukan kabel yang lebih tebal dan gardu listrik yang banyak.
mohon pencerahannya...
btw, ternyata "penyetruman" alias eletrifikasi mahal juga ya biayanya. kalau diindonesia, dari berita2 yang ada dimedia, rata2 per km bisa habis 20-30 milyar. penyetruman nambo yang jaraknya sekitar 10 km habis kira2 300 milyar. padalarang-cicalengka yang 40 km kira2 habis 1.2 triliun katanya.
kalau dibandingkan di amerika yang pakai 25 kV AC, per 5-6 km bisa buat beli lok baru seharga 2.5 juta dollar. berarti kalo di rata2 sekitar 5 milyar rupiah per km.
apakah ada pengaruhnya dari sistem DC 1.5 kV? saya pernah baca, sistem voltase rendah arus tinggi memerlukan kabel yang lebih tebal dan gardu listrik yang banyak.
mohon pencerahannya...
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
