25-07-2012, 06:53 PM
pastinya rel ke arah bandara ini nanti percabangannya dimana ya???
jika memungkinkan sih sebaiknya dibikin jembatan layang KA aja untuk jalur yg memotong Jl. Daan Mogot ke arah bandara, karena OH MY GOD, Jl. Daan Mogot itu sangat "mengerikan" padat dan macetnya. Coba bayangkan kalo DT Duri-Tangerang selesai brp trip KA yg lewat tiap jamnya, Perlintasan di Pesing dan Jl. Panjang pasti macet mengingat itu jalur padat, belum lagi di Jl. Jelambar.
Kalo dibikin layang kan bisa mengurangi dampak penggusuran dan pembebasan lahan penduduk yg akan menyebabkan biaya jd membengkak. Nantinya menjelang masuk bandara baru rel menurun karena setau saya di sekitar bandara tidak boleh ada bangunan tinggi selain menara ATC.
Kira2 kalo DT kelar di Tangerang akan membuka perjalanan KA jarak jauh ke Jawa Barat, Tengah dan Timur gak ya?? Lumayan kan kalo ada, bisa mengurangi kepadatan di JAKK, PSE, GMR dan JNG. Rutenya naik penumpang hanya di Tangerang, Duri, Tanah Abang dan Bekasi. Manggarai dan Jatinegara langsung.
jika memungkinkan sih sebaiknya dibikin jembatan layang KA aja untuk jalur yg memotong Jl. Daan Mogot ke arah bandara, karena OH MY GOD, Jl. Daan Mogot itu sangat "mengerikan" padat dan macetnya. Coba bayangkan kalo DT Duri-Tangerang selesai brp trip KA yg lewat tiap jamnya, Perlintasan di Pesing dan Jl. Panjang pasti macet mengingat itu jalur padat, belum lagi di Jl. Jelambar.
Kalo dibikin layang kan bisa mengurangi dampak penggusuran dan pembebasan lahan penduduk yg akan menyebabkan biaya jd membengkak. Nantinya menjelang masuk bandara baru rel menurun karena setau saya di sekitar bandara tidak boleh ada bangunan tinggi selain menara ATC.
Kira2 kalo DT kelar di Tangerang akan membuka perjalanan KA jarak jauh ke Jawa Barat, Tengah dan Timur gak ya?? Lumayan kan kalo ada, bisa mengurangi kepadatan di JAKK, PSE, GMR dan JNG. Rutenya naik penumpang hanya di Tangerang, Duri, Tanah Abang dan Bekasi. Manggarai dan Jatinegara langsung.
![[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]](http://i1118.photobucket.com/albums/k620/nearistudiosoerabaia/00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg)
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.

