30-07-2012, 10:26 AM
(29-07-2012, 11:24 PM)Bangunkarta Wrote: ^^^^
hmmmm gitu.... ternyata. Eh ta pi, sering kali doi ga bawa bp tapi cuman pake kmp2, nah kalo gitu ketika dr bdg semua kelas exe dibuat penumpang, alias paling belakang adalah k1-3 dan ga pake aling aling belakang.....
Kasus begitu pernah terjadi, tapi posisi MP2-nya di ujung belakang, dan tetap membawa M1 atau KM2, jadi MP2-nya hanya berfungsi sebagai sumber tenaga listrik...

Makanya kenapa Eksekutif selalu diisi penuh, karena sejak era aling-aling selalu ada "pelapis" di belakang jejeran K1, kecuali pada Argo Parahyangan Tambahan non-Harina dulu, memang pernah bawa K1 LD (termasuk pada hari pertama pemberlakuan aling-aling pasca-PLH Langen, karena tidak ada pemberitahuan jelas penumpang Eksekutif 1 masuk ke dalam K1 LD)...
(30-07-2012, 02:19 AM)CC-201-23 Wrote:(29-07-2012, 11:16 PM)dtRAiNeR Wrote: Soal K1 Batik, ya berharap memang diganti sama yang baru, agar tidak hilang identitas "Kereta Batik Pertama"-nya. Selain itu, menjadi "penyedap rasa" daripada melihat nuansa warna yang sama terus...
Soal yg GoPar Eksekutif-Bisnis, waktu berangkat dari BD memang diisi, tapi saat pulang tidak dapat diisi karena masih "terikat" peraturan gerbong aling-aling di ujung belakang rangkaian. Dulu sempat memakai gerbong barang, sehingga seluruh kereta kelas Bisnis yang dibawa bisa dimanfaatkan untuk mengangkut penumpang. Tapi, entah kenapa akhir-akhir ini tidak lagi membawa gerbong barang, mungkin karena jumlah gerbong barang di Dipo Kereta BD yang berkurang akibat ada yang dimutasi ke dipo lain akhir-akhir ini...
Kenapa ga minjem B daop lain aja? atau pake K3-nya BD, kan soalnya jumlah K3 pd lokalan BD raya dah dikurangi...
Nah itu yang kurang tau juga. Bawa B mungkin akan terlihat lebih "elegan" ketimbang K3, walau pernah beberapa KA Argo membawa K3 LD...

Atau mungkin agak ribet juga ya minjem B? Dulu pas di BD masih "berlimpah" B, termasuk yg RTF K2, sampe KRD Ekonomi pun dipasangi aling-aling dengan gerbong barang ini. Tapi semenjak ada yg dimutasi, KRD Ekonomi kini tidak lagi memakai aling-aling (secara resmi)...

