01-09-2012, 05:20 PM
Tapi yang jadi pertanyaanku saat ini apakah perumahan disitu digusur ataukah akan dibuat jembatan nantinya untuk nyambung ke sana? Soalnya aku belum pernah menjelajah ke daerah sananya lagi. Entah kapan aku bisa kesana lagi.
Oh iya, aku melewatkan satu lagi. Di setiap sore hari di Stasiun Nambo sering menjadi tempat tongkrongan anak-anak muda untuk melihat aksi balap-balapan di sekitar Stasiun Nambo. Lebih tepatnya lokasinya di peron jalur 5 dan 6 (peron terujung). Dan halaman stasiun pun sekarang jadi mudah dilalui oleh motor. Pembuatan Gardu Listrik lagi dibangun saat itu ditambah sudah jadinya plat stasiun Nambo yang baru. LAA yang sudah terpasang baru jalur 3 sampai 6. Belum ada tanda-tanda untuk membuat persinyalan kereta. Dan ada kemungkinan Nambo menjadi stasiun besar, walau ada di perkampungan letak stasiunnya itu bahkan dengan dengan SDN Nambo 3, masjid kecil, dan kantor desa, tapi tanda-tanda sudah jelas ketika ada pembangunan jalan raya terutama pembangunan jembatan raya dan perluasan jalan untuk dijadikan jalan raya didekat jembatan kereta api itu.
Iseng-iseng baca di koran nemu yang beginian.
[spoiler=Rel Parungpanjang-Citayam 2014, Bakal Nyambung (≖᷆︵︣≖)/berita/96724/Rel-Parungpanjang-Citayam-2014-
Gambir, Wartakotalive.com
Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan bakal membuka sejumlah jalur baru di Lintasan Jabodetabek. Beberapa jalur baru itu, di antaranya rute Parungpanjang-Citayam dan Nambo-Cikarang-Tanjungpriok.
Berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Perhubungan 2010-2014 Bidang Perkeretaapian, rute Parungpanjang-Citayam pembangunannya akan mulai dikerjakan awal tahun 2014.
Jalur Parungpanjang-Citayam merupakan jalur memotong (shortcut). Diperkirakan panjang rel yang akan dibangun sekitar 28,3 kilometer dengan estimasi biaya mencapai Rp 20,57 miliar. Jalur yang akan dibangun adalah jalur rel ganda dengan menggunakan Listrik Aliran Atas (LAA), sehingga nantinya yang akan beroperasi adalah Kereta Rel Listrik (KRL).
Saat ini, untuk ke Citayam dari Parungpanjang, penumpang mesti menumpang kereta dulu ke Stasiun Duri, dari Stasiun Duri menuju ke Stasiun Tanahabang, dan baru dari Stasiun Tanahabang bisa menuju Stasiun Citayam menggunakan KRL tujuan Tanahabang-Bogor. Dengan adanya jalur shorcut kelak, diperkirakan Parungpanjang-Citayam hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit.
Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Muhartono, membenarkan adanya rencana proyek tersebut. Menurut Muhartono, rencana pembangunan jalur rel Parungpanjang-Citayam telah melewati tahap studi kelayakan. Bahkan kini telah masuk dalam tahap desain jalur rel ganda.
Dijelaskan Muhartono, jalur Parungpanjang-Citayam nantinya akan terhubung dengan jalur Nambo-Cikarang-Tanjungpriok. Makanya, kini rute Citayam-Nambo tengah dilakukan pemasangan LAA agar dapat dioperasikan KRL. Pemasangan LAA di rute Citayam-Nambo menghabiskan dana Rp 30 miliar.
Namun, kata Muhartono, untuk rute Nambo-Cikarang-Tanjungpriok, pembangunan relnya baru mencapai tahap studi kelayakan. Ditambahkan, sebenarnya rute Parungpanjang-Citayam-Nambo-Cikarang-Tanjungpriok lebih diperuntukkan untuk angkutan barang. Tapi bukan tidak mungkin nantinya bakal dioperasikan pula untuk angkutan penumpang.
Pasalnya, bukan tidak mungkin perumahan-perumahan akan mengarah ke pinggiran DKI Jakarta, sehingga salah satu angkutan yang bisa membawa penumpang berpindah dengan cepat dan tepat waktu adalah kereta.
Bukan prioritas
Berdasarkan informasi, rute Parungpanjang-Citayam-Nambo-Cikarang-Tanjungpriok sebenarnya rencana lama sejak era pemerintahan Presiden Soeharto. Namun, saat itu pembangunan terhenti ketika baru jadi rute Citayam-Nambo. Rute itu sempat beroperasi menggunakan KRD mulai tahun 2000 sampai 2006, tetapi kemudian berhenti karena KRD-nya mengalami kerusakan.
Akan tetapi, kata Muhartono, pembangunan rute ini bukanlah prioritas bagi Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Sebab yang menjadi prioritas adalah percepatan jalur ganda lintas utara Jawa, yang targetnya sudah rampung pada akhir tahun 2013 dan dioperasikan pada awal 2014.
Lalu proyek double track Duri-Tangerang yang sudah harus beroperasi pada 2013. Proyek ini merupakan proyek Direktorat Jenderal Perkeretaapian KemenÂtrian Perhubungan, bukan PT Kereta Api Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)).
Sementara itu, untuk double track Serpong-Parungpanjang akan dioperasikan mulai bulan September mendatang. (m2)
[/spoiler]
Oh iya, aku melewatkan satu lagi. Di setiap sore hari di Stasiun Nambo sering menjadi tempat tongkrongan anak-anak muda untuk melihat aksi balap-balapan di sekitar Stasiun Nambo. Lebih tepatnya lokasinya di peron jalur 5 dan 6 (peron terujung). Dan halaman stasiun pun sekarang jadi mudah dilalui oleh motor. Pembuatan Gardu Listrik lagi dibangun saat itu ditambah sudah jadinya plat stasiun Nambo yang baru. LAA yang sudah terpasang baru jalur 3 sampai 6. Belum ada tanda-tanda untuk membuat persinyalan kereta. Dan ada kemungkinan Nambo menjadi stasiun besar, walau ada di perkampungan letak stasiunnya itu bahkan dengan dengan SDN Nambo 3, masjid kecil, dan kantor desa, tapi tanda-tanda sudah jelas ketika ada pembangunan jalan raya terutama pembangunan jembatan raya dan perluasan jalan untuk dijadikan jalan raya didekat jembatan kereta api itu.
Iseng-iseng baca di koran nemu yang beginian.
[spoiler=Rel Parungpanjang-Citayam 2014, Bakal Nyambung (≖᷆︵︣≖)/berita/96724/Rel-Parungpanjang-Citayam-2014-
Gambir, Wartakotalive.com
Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan bakal membuka sejumlah jalur baru di Lintasan Jabodetabek. Beberapa jalur baru itu, di antaranya rute Parungpanjang-Citayam dan Nambo-Cikarang-Tanjungpriok.
Berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Perhubungan 2010-2014 Bidang Perkeretaapian, rute Parungpanjang-Citayam pembangunannya akan mulai dikerjakan awal tahun 2014.
Jalur Parungpanjang-Citayam merupakan jalur memotong (shortcut). Diperkirakan panjang rel yang akan dibangun sekitar 28,3 kilometer dengan estimasi biaya mencapai Rp 20,57 miliar. Jalur yang akan dibangun adalah jalur rel ganda dengan menggunakan Listrik Aliran Atas (LAA), sehingga nantinya yang akan beroperasi adalah Kereta Rel Listrik (KRL).
Saat ini, untuk ke Citayam dari Parungpanjang, penumpang mesti menumpang kereta dulu ke Stasiun Duri, dari Stasiun Duri menuju ke Stasiun Tanahabang, dan baru dari Stasiun Tanahabang bisa menuju Stasiun Citayam menggunakan KRL tujuan Tanahabang-Bogor. Dengan adanya jalur shorcut kelak, diperkirakan Parungpanjang-Citayam hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit.
Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Muhartono, membenarkan adanya rencana proyek tersebut. Menurut Muhartono, rencana pembangunan jalur rel Parungpanjang-Citayam telah melewati tahap studi kelayakan. Bahkan kini telah masuk dalam tahap desain jalur rel ganda.
Dijelaskan Muhartono, jalur Parungpanjang-Citayam nantinya akan terhubung dengan jalur Nambo-Cikarang-Tanjungpriok. Makanya, kini rute Citayam-Nambo tengah dilakukan pemasangan LAA agar dapat dioperasikan KRL. Pemasangan LAA di rute Citayam-Nambo menghabiskan dana Rp 30 miliar.
Namun, kata Muhartono, untuk rute Nambo-Cikarang-Tanjungpriok, pembangunan relnya baru mencapai tahap studi kelayakan. Ditambahkan, sebenarnya rute Parungpanjang-Citayam-Nambo-Cikarang-Tanjungpriok lebih diperuntukkan untuk angkutan barang. Tapi bukan tidak mungkin nantinya bakal dioperasikan pula untuk angkutan penumpang.
Pasalnya, bukan tidak mungkin perumahan-perumahan akan mengarah ke pinggiran DKI Jakarta, sehingga salah satu angkutan yang bisa membawa penumpang berpindah dengan cepat dan tepat waktu adalah kereta.
Bukan prioritas
Berdasarkan informasi, rute Parungpanjang-Citayam-Nambo-Cikarang-Tanjungpriok sebenarnya rencana lama sejak era pemerintahan Presiden Soeharto. Namun, saat itu pembangunan terhenti ketika baru jadi rute Citayam-Nambo. Rute itu sempat beroperasi menggunakan KRD mulai tahun 2000 sampai 2006, tetapi kemudian berhenti karena KRD-nya mengalami kerusakan.
Akan tetapi, kata Muhartono, pembangunan rute ini bukanlah prioritas bagi Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Sebab yang menjadi prioritas adalah percepatan jalur ganda lintas utara Jawa, yang targetnya sudah rampung pada akhir tahun 2013 dan dioperasikan pada awal 2014.
Lalu proyek double track Duri-Tangerang yang sudah harus beroperasi pada 2013. Proyek ini merupakan proyek Direktorat Jenderal Perkeretaapian KemenÂtrian Perhubungan, bukan PT Kereta Api Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)).
Sementara itu, untuk double track Serpong-Parungpanjang akan dioperasikan mulai bulan September mendatang. (m2)
[/spoiler]
Railfans SMANTIC bagaikan KRD Bogas Geulis (Bogor Asri Geulis) dan Pramuka SMANTIC bagaikan KRD Prameks (KRD Pramuka Eksistensi SMANTIC)

