24-10-2012, 08:45 PM
(24-10-2012, 06:01 PM)Andrew_CN Wrote:(24-10-2012, 07:04 AM)Warteg Wrote: Aku setuju kalau ada feeder dari TG-PWT
Tapi aku kurang setuju dengan Tegal Ekspress yang nyambung ke PWT
Alasan kurang setuju Tegal Ekspress sambung ke PWT yaitu masalah track lintasan yang di daerah-daerah tertentu masih minim Taspat. Selain itu jalur ini bukan termasuk jalur gemuk untuk mobilitas penumpang, mobilitas penumpang paling hanya sebatas dari TG sampai BMA aja mentok-mentoknya (itu juga kebanyakan yang naik para pedagang yang tiap harinya merantau ke Tegal). Udah gitu untuk TG-PWT udah ada banyak ban karet yang jadi pilihan baik itu yang 3/4 juga yang bus besar (bumel)
Dulu memang sampai tahun 80an ada KA Lokal dari TG sampai PPK dengan pemberhentian Tegal-Halte Pagongan-Banjaran-Kudaile-Slawi-Halte Kesuben-Balapulang-Margasari-Prupuk. Waktu itu okupansinya cukup lumayan
Tambahan, untuk KA dari arah timur (Lintas Utara) menuju ke selatan (Lintas Tengah) tidak perlu putar lok di Tegal, di TG ada wesel yang menghubungkan antara Lintas Utara dengan Lintas Tengah, kecuali kalau dari arah barat (Lintas Utara) ke selatan (Lintas Tengah) dan sebaliknya itu perlu putar loko di TG
Oh, klo dr timur masuk ke spoor manapun ga perlu langsir ke 4 ato 5 dl buat nemu wesel ke slatan yak? Sala nulis gw, maksud mo bilang langsir ke spoor selatan (yg punya wesel ke PPK) malah ketulisnya langsir lok
Hhmmm...
Jd emank makin ksininya si tingkat okupansinya TG-PWT emank malah menurun yak, maksudnya klo toh dibandingin ma okupansi TG-SMC siang hari masi kalah pangsa pasarnya itu petak TG-PWT yak?
Ya emank maksud usul gw si mengorbankan trip KA ini yg dr TG jam 9 ma dr SMC jam 1 siank si, krn mank 2 trip itu yg sjauh ini kurang maksimal katanya.
Klo dibilang sosialisasi emank itu uda jd cerita bab 2 operator sini, tp apa mungkin klo yg dulu kaligung eko siang rame (trutama yg dr SMC jam 1 ke TG) itu krn banyak pnumpang sana yg tau bisa nyambung ma ciregal makanya tercover? (Jd mank bukan murni pnumpang lokal bnernya dlm trip situ)
Klo mank kdua trip yg gw sebut2 okupansi aslinya ga sgitu, dg cara operator bgini mulu mah bisa lama bgt baru pulih tingkatan okupansinya kesedia kala, krn ini artinya pnumpang disuru cari tau sndiri.
Slama ini gw cuma dnger 'sgitu parahnya' kondisi track TG-PWT, tp gw masi blom bner2 tau pasti klo KA pnumpang reguler lewat ksana dpt jatah taspat ato waktu tmpuh brapa lama bnernya? Krn slama ini berpatokan sama kethel doank yg jlas beda bebannya jauh.
Tdnya gw berpikir emank sasaran pasarnya ya emank bukan yg menangah keatas, tp justru macem arum: pedagang yg stock barangnya di TG, krn TG arum pun sbagian bsar penumpangnya kaum pedagang, apa lg sjak ga brenti CKP, KW & BKS, bercermin dr itu arum malah makmur2 aja okupansinya dg harga seminim2nya, gw pikir si awalnya klo ni KA kmungkinan bisa membuktikan pedagang dipetak inipun bisa membuktikan jalur ini potensial layaknya arum, terlebih klo bicara jarak (bukan waktu tempuh yg dipengaruhi kondisi track) lebi dket drpd jarak tempuh arum. Tp stlah gw pikir lg klo bner kayak kata om warteg diatas klo pnumpang disini banyakan pedagang, brarti emank kbutuhannya justru loop yg berbalik dr usul gw (pagi dr PWT, sore dr TG) jd otomatis KA ini bner ga bisa lebi potensial klopun danjut ke PWT, bgitu yak kira2 arti smuanya?
Kalau dibandingkan dengan traffict penumpang TG-SMC dengan TG-PWT itu berbanding 4:1 karena relasi ini (TG-PWT) bukan termasuk relasi gemuk apalagi untuk KA,, hanya orang tertentu yang pulang-pergi TG-PWT itupun jam-jam tertentu saja, lagian juga orang sana (selatan Tegal) banyak yang menggunakan roda karet alesannya cukup sederhana karena pada saat sampai di Kota Tegal mereka bebas turun dimana saja,, apalagi yang roda karet yang ukuran 3/4 bisa turun langsung di tempat-tempat vital di Tegal (baca: pusat grosir, mall, dll).
(sorry bukan berati ini aku promosi armada roda karet lho)

Kalau sosialisasi kurang mungkin iya, masalah kemarin juga Tegal Ekspress gak ada sosialisasi yang kuat, paling hanya spanduk digital printing yang di pajang di aula stasiun Tegal, dan tempelan print kertas yang dipasang di loket. Tidak heran kalau pada saat itu perjalanan perdananya satu rangkaian hanya terisi kurang dari 80 orang (sudah termasuk kru KA) itupun mereka milih naik Tegal Ekspress karena tiketnya Kaligung udah habis dan disaranin untuk naik Tegal Ekspress secara langsung oleh KS Tegal yang saat itu turut dalam acara seremonial pemecahan kendi dalam perjalanan perdana Tegal Ekspress.
Sosialisasi kurang mungkin bagi Daop IV (termasuk pihak Stasiun Tegal) dianggap hal yang bisa dan cenderung sering terjadi, pikirnya mungkin "toh kalau penumpang butuh ia akan cari sendiri infonya". Nah malah Kaligangsa Ekspress yang ngelen TG-PSE-TPK hanya bertahan seumuran taoge saja, soal okupansi penumpangnya jangan ditanya dech, sepi penumpang. Yang berkerumun di Stasiun Tegal saat itu ngertinya armada ini (KRDE Kaligangsa Ekspress) bukan diperuntukan untuk penumpang dan mungkin dikiranya adalah ini kereta kiriman yang kebetulan sedang lewat, saat itu memang hampir tidak ada sosialisasi tentang perjalanan baru si Kaligangsa Ekspress ini. Hanya print out kertas saja ditempel di kaca loket. Alhasil yang naik saat itu sedikit sekali sampai beberapa minggu sebelum bubar ngelen juga tetap sepi terus,,

Balik lagi soal Tegal Ekpress, memang beberapa minggu ini traffict penumpang TG-SMC rada kurang dari pada bulan-bulan lalu, ndak tahu secara pasti kenapa berkurang.
Tapi walaupun berkurang, aku acungi 2 jempol untuk Tegal Ekspress karena dia okupansinya tidak pernah merosot turun tajam. Untuk saat-saat tertentu (biasanya week and dan hari libur) jangan heran kalau tiket Tegal Ekspress dijual hanya dalam waktu 15 menit semuanya ludes terjual. Penumpang memang didominasi memang asli warga Tegal dan Semarang yang hilir mudik di kedua wilayah tersebut, sisanya (10-20 %) adalah penumpang yang akan melanjutkan perjalanan lagi baik dengan moda transportasi KA atau roda karet
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !
![[Image: warteg.png]](https://img832.imageshack.us/img832/6434/warteg.png)
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Keluarga Anda Menanti di Rumah !
![[Image: warteg.png]](https://img832.imageshack.us/img832/6434/warteg.png)
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA



