07-11-2012, 06:47 PM
(09-01-2011, 11:42 PM)Adi Sutjipto Wrote: Saya pernah mencoba makan nasgor,
tentu saja berani pesan dan makan, dengan pertimbangan, kereta mulai berangkat dari setasiun keberangkatan awal.
Sehingga dalam pikiran saya, semua yang tersaji, memang masih
baru, segar, dan bebas dari rasa curiga korban daur ulang.
Memang cukup enak, apalagi waktu makan, dapat bonus goyangan
dan iringan full music suara gesekan roda besi dengan rel,
yang buat saya, tambah mengasyikan.
Hanya saja, seperti jika saya makan ditempat lain,
entah restoran atau depot, atau sehabis pesta, pasti
malamnya, mulut menjadi sedikit aneh atau tenggorokan menjadi berasa kering.
Yang saya takutkan, apa waktu membubuhkan penyedap masakan,
sangat berlebihan ya ? Karena memang terasa lebih enak dilidah.
Kebetulan, ditempat kami memang tidak pernah memakainya.
Yang ini gawat jika terlalu sering dikonsumsi,
dan kebanyakan orang sekarang justru sangat menyukainya.
Bagaimana dengan anda,
apa mengalami kasusyang sama dengan saya ?
wah postingan pak adi ini cukup menghawatirkan yah???
takut kena korban daur ulang..
masa sih masih ada yang model begitu??
lantas bagaimana siasat menghindarinya??
Waktu Naik 44 dari PSE ke PA beli Nasgor spesial rasanya wowww.. Hambar...
[/color]
Kangen GBMU, Kamandanu, Tirtonadi, Tawang Mas dkk

