05-12-2012, 12:12 PM
(04-12-2012, 07:36 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: Melihat dua peta diatas, saya jadi sedikit bingung.
1. Berarti dulunya Setasiun Jakarta Kota bukan setasiun terminus. Yang merupakan setasiun terminus adalah Batavia Noord. Benar gak???
2. Kapan tepatnya jalur menuju Setasiun Angke yang melewati Batavia Noord dibangun???? (Adakah petanya)
3. Kapan dinonatifkannya jalur menuju Setasiun Angke dari Setasiun Jakarta Kota?????
4. Kalo melihat posisi rel Setasiun Jakarta Gudang dan Setasiun Jakarta Kota, apakah rel2 yang sekarang ada di Jakarta Gudang dulunya adalah rel yang mengarah ke Batavia Noord?????
5. Dari peta yang kedua, berarti relasi perjalanan KA dari Batavia Noord adalah ke Tanjung Priok dan Gambir. Sedangkan relasi perjalanan KA dari BOS menuju Tanjung Priok dan Pasar Senen. Benar begitu???
6. Jalur ke Angke dimasa sekarang kalo diliat dari peta sepertinya menggunakan jalur yang sama dengan yang ada di peta kedua ya, tapi kok diterangkan di postingan awal lokasi bekas jalan relnya berbeda dengan di masa sekarang (ada bukti fisiknya)?????
7. Perpotongan rel di sekitar Kampung Bandan jalur BOS dan Batavia Noord apakah itu yang sekarang kita kenal dengan Setasiun Kampung Bandan???
8. Di sebelah utara Setasiun Kampung Bandan sekarang kan ada jalur rel yang buntu yang biasa dipakai langsiran KA menuju Angke/Jakarta Kota, apakah itu sisa Jalur Batavia Noord - Tanjung Priok???
9. Tak adakah di Indonesia ini yang punya peta, foto, denah, informasi detail mengenai Batavia Noord???? Apakah semua informasi tersebut harus kita cari ke Negeri Belanda???
Masa sih PT KA tidak punya divisi arsip ato sejarah ato apalah namanya yang tugasnya mengumpulkan informasi atau data2 perkeretaapian dari jaman mbiyen sampe sekarang?????
Sori banyak nanya ya......
Salam Kenal mas, ya tidak apa2 banyak nanya khan butuh info, saya coba jawab nomer per nomer (ada juga yang sekaligus) dan beberapa jawaban saya anjurkan kepada yg lebih tahu, karena saya tdk punya data otentiknya.
1. St. Zuid Batavia adalah juga stasiun terminus, pada masa itu bila mau menuju Angke terus ke St. Duri kereta api di stasiun ini melakukan gerakan seperti langsir (mundur dulu baru maju) kemudian melewati sisi selatan stasiun. Pada Postingan Post:#6 di thread ini Mas we supratman memberikan cukup detail. (trims ya mas we supratman).
2,3,4,5. saya gabung jawabnya : Di Batavia dulu ada 3 Perusahaan KA yakni NIS, BOS dan SS (St. Noord Batavia dipakai oleh NIS, sedangkan St. Zuid Batavia dipakai oleh BOS dan SS). Masing2 Perusahaan memiliki jalur pelayanan tertentu, hingga diwaktu kemudian semua jalur di Batavia menjadi milik SS. Stasiun Jakarta Kota yang sekarang ini yang diresmikan 1929 adalah bukti penggabungan semua perusahaan KA tersebut.
Menurut peta 1919 di maps.kit.nl, jalur St. Zuid Batavia menuju Angke lewat Pekojan sudah tidak dipakai walau masih ada gambarnya.
6. Ada bedanya mas, saya kasih peta 1921 yang ada dua jalur dari St. Zuid Batavia menuju Angke. Jalur lama lewat pekojan, jalur yang baru lewat sebelah utaranya jalur yang lama (eks NIS plus jalur rel baru)
http://maps.kit.nl/cgi-bin/iipview?krtid...ng=1#focus
7,8. secara pribadi saya blm pernah ngecek disitu, mungkin ada teman2 yang pernah mblusuk disitu mungkin bisa menjelaskan lebih baik dan akurat.
9. Arsip di PT. KAI (mungkin ??!!) ada, tapi yang saya tahu seluruh asset milik SS dengan kondisi terakhirlah yang menjadi pedoman bagi PT. KAI dalam membukukan pengarsipannya. Sebagai contoh : ada perbedaan pendapat ttg St. Samarang atau St. Kemijen sbg stasiun pertama di Indonesia. Dan Jalur St. Zuid Batavia menuju Angke lewat Pekojan saya pribadi meyakini tidak tercatat sbg asset PT. KAI krn jalur tersebut ditutup setelah penggabungan 3 Perusahaan spt tsb diatas, jauh sebelum diserah terimakan ke PT. KAI. Mungkin teman2 dari IRPS lebih banyak mengetahui ttg hal ini.
Demikian jawaban saya, bila ada teman2 yg mau mengkoreksi atau menambahkan saya sangat hargai. semoga berkenan. Trims

