06-03-2013, 10:49 PM
(06-03-2013, 04:16 AM)CC-201-23 Wrote:(06-03-2013, 02:20 AM)randi20 Wrote:(03-03-2013, 10:46 PM)Logawa_ATB Wrote:(02-03-2013, 12:39 AM)randi20 Wrote: saya masih bingung dengan kebijakan ini, seolah tanpa memberikan solusi pada pedagangya. rata rata berhenti distasiun jg sebentar, semisal penjual cma bisa menawarkan dari luar kereta.
saya jg mengeluhkan harga makanan di restorasi kereta kelas 3. saya seorang mahasiswa biasa beli nasi pedagang berkisar 3-5rbu, direstorasi mencapai 13rbu.
lebih baik ini peraturan dievaluasi atau melakukan penyesuaian harga pada restorasi ka itu sensiri
Bawa makanan dari rumah atau beli makanan di kios, asongan atau Warteg sblm naik kereta, Kang... Dijamin harga masih lbh hemat ketimbang beli di Reska. Nah, kecuali kalo di dalam kereta sdh ada sticker tertulis "DILARANG MEMBAWA MAKANAN & MINUMAN DARI LUAR" itu baru dahsyat....
pas lapar makanan udh g enak kang.
ya cma mau menanyakan apakah harga makanan segitu pantas untuk kelas ekonomi? klo naik eksekutif, bayar 20-25rbu buat makan jg g mslh kang. knp harga tidak dproporsional sma kelasnya. Harga wajar buat saya untuk kelas ekonomi di range 7-10 .
ini cma uneg uneg aja kang atau jg usulan, kali aja bisa dpertimbangkandi forum ini.
Kenapa ngga? kan asongannya sudha mulai dipunahkan, jadi saingan restorasi KA tinggal yg bawa makan dari luar. Besok mungkin mi instan dalam gelas dijual dgn harga 10k, siapa yg bisa protes?
saya aja Minum teh Anget aja yang 6 bulan lalu Di Sensin aja masih goceng
sekarang cuma karena mirip sherina aja Di K3 kok Larange Pool+Plastike (â—£_â—¢)┌∩â”(Elek) 7 ribu.
lha kaget saya mosok teh anget udah 7 ribu di K3? untung tuh ada temene Mbak Nur aka Mbak Sherina yang kecetit pas turun dari Brantas jadinya uang saya tidak dipalak habis 10 ribu oleh RESKA


