(30-04-2013, 12:51 PM)PJL_Hunter Wrote: Jadi inget PLH di ML, tapi bedanya di ML masih agak masuk akal dia nggolondor karena gak diganjel dan ML. Ini luar biasa sekali akibat throttle ditinggal jadinya tambah cepat lokonya ._.
Yang saya penasaran pas loknya ngglondor ampe kecepatan hampir 150km/h, tuh stasiun pada dilaporin gak? Kok Kaliwungu gak nyoba nganjlokin loknya ya? Apa gak ada sepur badug disana?
Ama tuh kira2 yang lapor ke JPL kalau ada lok sruntulan luar biasa cepat gitu gimana ya?
Gw jg bgitu terima berita saat uda terguling, ga butuh waktu lama sampe pertanyaan itu muncul dikepala, tp meliat jadwal & kbiasaan lintas WLR-SMC jam sgitu gw menemukan asumsi penyebab knapa ga dianjlokin di spoor badug.
Jam sgitu ada 2 slot kontener tambahan yg 1 nya di perka skarang jd reguler, posisi nya jg masi berdekatan sama KA 46 barang parcel ONS, bahkan kadang KA 90 barang parcel pun bisa disusul ma KA 4 jd posisi KA 90 di blakang KA 46, itu waktu yg sama dg kejadian perkara.
Asumsi gw terkonfirmasi dg apa yg dikatakan pa surono, skalipun dia bilang tindakan pertama adl mensterilkan jalan (3 28 diberikan spoor lurus) untungnya jam sgitu lintasan kosong, maksud dia kosong disini bukan berarti bner2 ga ada KA yg masi lewat, tp untuk KA penumpang uda lewat smua, bukan kontex nya KA barang yg ga bisa menghilangkan nyawa diluar tubuh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) (persero)
Nah otomatis artinya kan itu KA barang pada dikasi spoor belok smua, sementara JRK cuma punya 1 spoor belok tanpa badug, MKG punya 2 spoor belok & spoor badug tp kemungkinan besar disitu spoor belok dipake salah 1 KA barang itu, sementara lokasi kejadian itu tepat sebelum signal masuk kaliwungu (KLN), blom sampe masuk stasiunnya, jd gw rasa wajar si pertanyaan itu ga muncul seheboh spekulasi yg laennya, karna kemungkinan besar OC sendiri beremcana nganjlokin di KLN tp ternyata uda terguling dlan sblom masuk lokasi, JRK & MKG ga bisa melakukan tindak darurat buat lok, sementara PJL sbnernya ga tau menau soal perka, jd job desk mreka emank dr awalnya cuma tutup perlintasan kalo ada KA lewat & catet waktunya, sperti itu aja, wajar mreka ga tau itu bukan lok yg kehilangan kendali, dipikir bisa aja lokpen.
(30-04-2013, 03:25 PM)stoker Wrote: Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah menerjunkan 5 investigator bidang kereta api menyelidiki kereta api misterius yang berjalan sendiri sepanjang 17,2 km dari Semarang ke Kendal. KNKT menganggap kejadian ini aneh.
"Ya ini aneh ya kalau bisa jalan sendiri," jelas Ketua Sub Komite Kereta Api (KA) KNKT, Eddy Sasongko ketika dihubungi detikcom, Selasa (30/4/2013).
Eddy mengatakan, lokomotif yang sedianya diperuntukkan untuk menarik KA Argo Sindoro itu saat itu sedang dipanasi. Tapi lokomotif itu, jika disamakan dengan mobil, masih dalam posisi netral.
"Hidup mesinnya, tanpa masuk gigi. Dia nol, jalan sendiri," jelas Eddy, yang tak ikut menginvestigasi ke lokasi karena sedang tidak fit ini.
Dugaan awal, lintasan tempat lokomotif berada itu tidak datar alias miring sehingga lokomotif bisa menggelinding sendiri. Hal itu tidak akan terjadi bila lintasannya datar.
5 Investigator KNKT rencananya akan mengambil data sekitar sepekan.
"Mungkin selesai dalam waktu 3 bulan. Penyebabnya apa, kan susah karena harus akurat," jelas Eddy.
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) belum mengetahui bagaimana lokomotif bisa meluncur tanpa masinis sejauh 17,2 km. Lima petugas yang mengoperasikan lokomotif tersebut diperiksa. Dimungkinkan ada kesalahan prosedur dalam kejadian tersebut.
"Hasil pemeriksaan sementara karena kesalahan prosedur dari petugas sehingga lokomotif bisa jalan sendiri," kata Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops IV, Surono, kepada detikcom, Senin (29/4).
Kesalahan prosedur seperti apa, Surono tak merinci. Ia hanya menyatakan prosedur lokomotif cukup banyak. Bisa jadi ada beberapa teknis yang tidak sesuai. "Kami sudah dan masih periksa 5 teknisi depo Poncol," jelasnya.
sumberetik.com
Tumben beritanya berbobot
Kmaren gw nyari berita soal ini di detik ada artikelnya tp isinya bualan konyol dg judul mistis

etik.com