06-09-2013, 08:24 PM
(04-09-2013, 04:55 PM)CC-201-23 Wrote:Zaman Fajrut YK masih ada di
Posisi Dirut masih dijabat oleh bapak Edie Hartoyo
Setelah dicari via mbah gugel..ditemukan data sbb :
Kamis, 4 Mei 2000
Menhub Terima Pengunduran Diri Dirjen Hubdar
Kompas/eddy hasby
[BUTTON]
Jakarta, Kompas
Menteri Perhubungan (Menhub) Agum Gumelar menyatakan menerima
pengunduran diri Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdar)
Santo Budiono. Namun, terhadap permintaan mundur Direktur Utama
(Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edie Haryoto, Menhub mengatakan
masih akan memikirkannya dulu.
Hal itu diungkapkan oleh Menhub, usai melaporkan pengunduran diri
kedua pejabat kepada Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Presiden,
menurut Menhub, menyatakan salut kepada kedua pejabat yang mundur
sebagai wujud pertanggungjawaban moral terhadap berbagai peristiwa
kecelakaan kereta api (KA) beruntun yang terjadi akhir-akhir ini.
Selain itu, Presiden juga meminta agar kecelakaan KA tidak terulang
lagi di masa mendatang.
"Saya sudah melaporkan pengunduran diri Dirjen Hubdar dan Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
ke Presiden. Presiden merasa salut kepada kedua pejabat tersebut,"
kata Agum menjawab pertanyaan pers seusai Sidang Kabinet di Bina
Graha, Jakarta, Rabu (3/5).
Menurut Agum, Presiden sepenuhnya menyerahkan kepada Menhub apakah
akan menerima atau menolak surat pengunduran diri kedua pejabat
tersebut. "Untuk Dirjen Hubdar, saya menerima pengunduran dirinya,
tetapi pengunduran Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) masih saya pertimbangkan," ujar Agum
Gumelar.
Ditanya siapa pengganti Santo Budiono, Agum mengatakan pihaknya akan
menggunakan pola pembinaan personel yang sudah ada. "Jadi, kami akan
mengangkat Dirjen Perhubungan Darat dari jajaran Dephub sendiri,"
katanya. Agum Gumelar tidak mau berkomentar soal nasib dirinya sebagai
Menhub. "Kok, Anda nanyanya begitu?" jawabnya, saat ditanya apakah ia
juga akan mengundurkan diri.
Penghargaan terhadap langkah Dirjen Hubdar dan Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga
diungkapkan oleh Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Fraksi
PDI-P) DPR. Meskipun demikian, Fraksi PDI-P berpendapat, kendati kedua
pejabat menyatakan mundur, mereka masih punya persoalan hukum dan
keuangan yang harus dipertanggungjawabkan.
"Kami sangat menghargai mundurnya Pak Budiono dan Pak Haryoto karena
memang sudah pada tempatnya, yakni budaya baru di mana yang tidak bisa
bekerja mundur. Namun, tentu tidak boleh berhenti di sini.
Pertanggungjawaban hukum dan keuangan harus terus dilanjutkan," kata
anggota Komisi IV DPR, Yoseph Umarhadi, didampingi anggota Fraksi PDIP
lainnya, Heri Akhmadi dan Paulus, Rabu.
Menurut Yoseph, penyebab kecelakaan itu harus diusut tuntas sehingga
masyarakat bisa mengetahui secara jelas persoalannya. Menurutnya,
Fraksi PDI-P akan mendesak DPR agar segera memanggil Menteri
Perhubungan Agum Gumelar dan seluruh jajarannya untuk menjelaskan
persoalannya.
Sumber dimarih. Ada bonus berita terkait PLH Patas dan Langsam di Sudimara
Kesimpulan : 18 November 1999?
693-5073-893-673

![[Image: 2ezio76.jpg]](http://i40.tinypic.com/2ezio76.jpg)