24-09-2013, 12:45 PM
(24-09-2013, 10:46 AM)dipoindukJNG Wrote:(24-09-2013, 10:18 AM)see_204XX Wrote:(23-09-2013, 10:54 PM)galuhsuda Wrote: @^ Bener2 campuran nih KA @@
btw...
http://www.pikiran-rakyat.com/node/251944
[spoiler=isi berita]CIREBON, (PRLM).- Organda Cirebon menolak keras rencana operasional kereta api Ciremai Ekspres jurusan Cirebon-Bandung (pulang pergi). Operasional kereta tersebut, dinilai bakal "membunuh" dengan telak perusahaan otobus (PO) jurusan Cirebon-Bandung.
Respons sebaliknya datang dari Keraton Kasepuhan. Sultan Sepuh XIV Arief Natadiningrat, menyambut positif. Adanya kereta relasi Cirebon-Bandung, dinilai Arief bakal semakin menghidupkan wisata Cirebon. Terutama wisatawan asal Singapura dan Malaysia yang sering datang ke Bandung.
Koordinator wilayah (Korwil) Cirebon Organda Jabar Karsono memastikan beroperasinya kereta tersebut bakal "membunuh" perusahaan otobus (PO) jurusan yang sama. "Saat ini saja, kapasitas penumpang hanya terisi maksimal 40 persen. Kalau kereta Ciremai Ekspres beroperasi ya bakal habislah penumpang bus," kata Karsono Senin (23/9/2013).
Karsono mengatakan, saat ini rata-rata jumlah penumpang bus jurusan Cirebon-Bandung hanya sekitar 35 persen dari kapasitas bus. Meski begitu, pengelola bus tetap mengangkut penumpang tersebut karena sudah mempunyai izin operasi dari pemerintah.
Karsono menambahkan, dampak yang lebih buruk dari ancaman bangkrutnya PO bus adalah timbulnya pengangguran. "Kalau satu bus melibatkan enam orang pekerja, dengan jumlah bus sekitar 100 unit, maka sedikitnya ada 600 orang pekerja yang akan kehilangan pekerjaannya," ujarnya.
Diakuinya, persaingan antarmoda transportasi darat sudah dimulai sejak maraknya travel baik yang legal maupun ilegal di jalur Cirebon-Bandung. Persaingan semakin ketat, ketika kendaraan umum sekelas elf pun iku membawa penumpang Cirebon-Bandung dan sebaliknya.
Namun rencana peluncuran kereta Ciremai Ekspres didukung Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat. Dia menilai, peluncuran KA tersebut dapat mendongkrak pariwisata di wilayah Cirebon. "Cirebon nantinya bakal dipadati wisatawan dari Bandung setiap akhir pekan," ujar Sultan Sepuh.
Tak hanya itu, lanjut Sultan Sepuh, Cirebon pun dapat menampung luberan wisatawan dari Singapura dan Malaysia, yang datang ke Bandung. Hal itu dikarenakan setiap harinya ada dua pesawat dari Singapura dan tiga pesawat dari Kualalumpur, Malaysia, yang ke Bandung. "Warga Singapura dan Malaysia yang datang ke Bandung dapat meneruskan perjalanannya ke Cirebon naik kereta Ciremai Ekspres," katanya.
Terkait dengan penolakan Organda Cirebon, Sultan Sepuh menyatakan, bus tidak perlu takut kehilangan pelanggan. "Akses ke dan dari Cirebon harus banyak dan mudah. Tahap awal memang akan ada penyesuaian, penumpang masih memilih-milih dan mencoba-coba. Tapi Januari 2014 pasti mulai normal. Insya Allah, masing-masing moda transportasi akan punya pelanggannya masing-masing," tambahnya.
Seperti diberitakan, PT Kereta Api Daop 3 Cirebon, akhirnya mengoperasikan kereta api (KA) jurusan Cirebon-Bandung. Kereta api yang akan diluncurkan pengoperasiannya pekan depan tersebut diberi nama Ciremai Ekspres.
Menurut Manager Humas Daop 3 Cirebon Eko Budiyanto untuk tahap awal, KA Ciremai Ekspres menyediakan empat rangkaian gerbong. "Terdiri dari tiga gerbong ekonomi AC dengan harga tiket Rp 50.000 dan satu gerbong eksekutif dengan harga Rp 90.000," katanya. (A-92/A-147)***
[/spoiler]
Kalimat yg sangat perlu direnungkan....
Quote:Karsono mengatakan, saat ini rata-rata jumlah penumpang bus jurusan Cirebon-Bandung hanya sekitar 35 persen dari kapasitas bus. Meski begitu, pengelola bus tetap mengangkut penumpang tersebut karena sudah mempunyai izin operasi dari pemerintah.
Saya PRIHATIN!!!
Btw, harga tiket yg ditanggung penumpang koq lbh mahal kelas ekonomi AC ketimbang kelas eksekutifnya ya ?
gila dengan KA yg tarifnya mahal ini (plus jadwal 2x sehari tapi strategis siiiih)
otobus masih aja ngeluh..ga siap bersaing nih...romannya bakal demo ngadang rel nih..
:p
cukup aneh di pikiran ane ya formasi KA ini 1K1 + 4/5 K3 oranye semoga kedepannya diganti K3 biru...ini sih sebetulnya sudah menjurus mimpi ane di sistem KA indonesia, kelas bisnis mah sikat aja nanggung, jadi KA di Argo, K1, K3 biru
gw mikir yg disebut promo itu lebi condong yg dimaksud buat K1nya dhe, kalo K3nya kayaknya ampir ga dipromoin dari harga aslinya bnernya. kalo diitung2 dari ukuran orang dagang buat K3nya harga awal produknya goban, brarti harga aslinya nanti bisa 70rb, tarif batas bawahnya K2 cirex adl tarif bates atasnya K3 ini, smentara kalo K1nya ya bisa tembus sampe 150 harga asli tarif batas atasnya, smentara tarif batas bawahnya bisa cepe.
kalo soal organda

sperti yg gw uda duga, mau uda ada ksepakatan kayak apa ato gimana juga tetep aja bertingkah bodoh (sorry, no offense)
gw juga uda sempet komen di fb sala 1 RF yg share link berita ini, simplenya g bilang:
ngapain ya mreka malah protes sana sini kalo mreka serndiri uda sadar brapa taun mreka sepi penumpang. Kondisinya mreka uda sepi dari sejak mreka demo & menyingkirkan papandayan dr list persaingan, slama 3 taun ini mreka ga berusaha memperbaiki pelayanan, skarang malah menyalahkan pesaing

Padahal, jlas organda ini kan swata bukan damri, mreka jlas bisa memperbaiki pelayanan dalem 3 taun ini stelah hajaran dari wacana papandayan yg mreka bunuh, entah itu banting harga & adain program '10 gratis 1' kek, atau kasih penumpang tuslah kek, atau bikin agen di dalem kota (ato paling ngga ditengah pusat keramean) & aktifin feeder gratis dr shuttle ke shuttle sampe akhirnya di terminal, ato gimanalah, kan mreka swata, jlas ga terikat dg peraturan2 SPM pemerintah terlalu banyak, ksempatan berinovasi & beradaptasi ma pasar lebi besar, paling ngga nya kalo gagal merebut banyak penumpang bisa buat menjaga loyalitas penumpangnya saat ada saingan baru, lah ini uda di'tampar' malah ngambek cuma nangis bertaun2, skarang ada kjadian yg sama lagi tetep aja ga ngapa2in.
Padahal bodonya lg, saat pesaing2 yg lebi mengerikan buat mereka muncul (dlm kontex ini yg sesama berjalan di jalan raya & punya pelayanan yg dari awal lebi hebat, yaitu travel, baik yg legal maupun ngga) mreka ga lakukan perlawanan apa2, smentara pesaing di rel slalu disalahkan untuk regional ini dengan bodohnya, padahal sama aja kereta juga sa sampe mengantarkan penumpang ke depan pintu rumahnya, masi lebi fleksibel pergerakan mereka dlm hal akses mengantarkan penumpang. konyol yg terakhir adl mreka protes, smentara skarang tokoh daerah aja ga mendukung mreka, pemda dari sisi setoran uda lebi berpihak ke travel karna jlas lebi besar provit yg didapet pengusaha travel & bisa mreka pajek lebi tinggi & kalo mreka sampe kena PHK, masi banyak pertokoan yg maju di CN masi menampung mreka sbg pegawai karna yg maju di CN itu masih pertokoan, bukan aspek perkantoranya, pabrik pun masi menerima koq buruh2 dg pendidikan rendah, jadi sbenernya modal mreka protes itu apa sih, takutkah? padahal lowongan pkerjaan laen masi banyak koq buat setaraf mreka

yukz

