13-11-2013, 03:27 PM
(13-11-2013, 02:28 PM)BAMBANG EKO Wrote:Yang berkesan sih banyak , diantaranya saat masa2 kecil dulu sekitar th 1977. Saat naik KA Penumpang Campuran relasi Semarang Poncol - Blora , saat itu rangkaiannya- Lok Diesel D 301 membawa 2 CR ( Kereta Penumpang Kelas 3 dengan Rem tangan , berkapasitas 98 seat ) Plus 3 Gerbong GR ( Gerbong tertutup , bergandar 2 dengan rem tangan untuk barang .. Berangkat tepat dari Semarang Tawang ( kalau nggak salah ingat jam 14.29 ). Dengan okupansi sekitar 40 % rangkaian KA ini berhenti normal di stasiun Kemijen . Lha Kereta cuma sepotong kok pake lama ditahan sinyal segala , omong punya omong ,ternyata petugas stasiun ( Halte ? ) Kemijen tertidur bertutupkan selembar koran . Setelah petugas dibangunkan , sinyal diangkat , masuklah rangkaian KA Argo Loyo ke emplasemen Stasiun Kemijen . Terlihat di Gerbong barang naik beberapa pedagang sayuran ( Kangkung ) , setelah dirasa semua beres , Pak KP meniup peluit dan rangkaianpun kembali meneruskan perjalanan . Uniknya tak jauh dari halte Kemijen bersilangan dengan Rel KA Semarang - Alastua - Brumbung yang kondisinya jauh lebih baik dengan type R 33 ( saat itu ) jika dibandingkan dengan track yang kami lintasi dengan tipe rel R 25 yang taspatnya sekitar 20 s/d 30 km/jam-. Sepanjang perjalanan rangkaian ini dapat disusul oleh petani yang naik sepeda karena memang posisi rel KA ini tepat dipinggir jalan raya Semarang-Demak . Rangkaian KA Penumpang Campuran ini berhenti di Halte Genuk , Sayung , Buyaran , Demak, Pilangsari , Lekok , Godong , Tompe , Purwodadi dst untuk naikturun penumpang . Di Stasiun Demak rangkaian berhenti agak lama btw menunggu jam berangkat ( datang awal ? ) , terlihat Bapak Masinis dan para Crew memasuki warung makan , sayapun ikut pesan segelas es teh manis dan sepiring nasi rames , karena kadang2 di stasiun Demak rangkaian harus langsir untuk menambah / mengurangi gerbong titipan yang biasanya berisi semen , pupuk atau kayu gelondongan . setelah ritual istirahat sejenak selesai , Bapak PPKA stasiun Demak kembali berkenan untuk memberangkatkan rangkaian KA menuju stasiun berikutnya . Perjalanan dari Demak menuju Purwodadi ini posisi rel juga berdampingan dengan jalan raya sehingga terkadang rangkaian KA dapat disusul oleh pengendara sepeda. maklumlah , rangkaian dengan berat lebih dari 30 ton meniti drel type R 25 dengan kondisi bantalan kayu yang hampir semua lapuk di usia senja . Sebelum masuk stasiun Purwodadi , tampak di belakang para pedagang sudah mulai menjatuhkan barang walau rangkaian ini belum berhenti dan masih di luar sinyal masuk. Dari pada jalan jauh dan tambah ongkos muat pikir saya. Sekitar setengah tujuh rangkaian masuk stasiun " Besar " Purwodadi yang mempunyai track lebih dari 6 jalur. Saya turun dari kereta dan segera memesan Lontong-Baso yang memang menjadi trademark saat itu di stasiun Purwodadi. Setelah dirasa cukup naik-turun penumpang , rangkaian diberangkatkan kembali menuju stasiun tujuan akhir , Blora , yang berjarak sekitar 64 km atau 3 s/d 4 jam perjalanan dari Purwodadi .-- perjalanan ini demikian berkesan bagiku.
mantap dah..... skrg sdh lenyap dimakan zaman
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya 


