12-12-2013, 12:57 PM
(12-12-2013, 12:31 PM)omaniax Wrote:(12-12-2013, 12:19 PM)Bimantara Wrote: Yahhhh ada efek jelek nya nih buat BIMA , jadi kalau orang mau ke SGU makin sepi okupansinya BIMA . Ke Surabaya aja jadi 3 KA Satwa om , yaahh tambah hilang Kharisma dari BIMA
Bangunkarta dan Bima sudah punya penumpang masing2 mas.. jadi saya pikir walaupun bangunkarta sudah diperpanjang ke SGU, okupansi bima relatif tak berubah
IMHO. Keunggulan Bima sendiri adalah dia lewat petak yang menjadi jalur gemuk macam PWT-YK-SLO, banyak penumpang KA 34 tujuannya adalah ke situ, KA macam Argo Lawu, Taksaka, serta kompatriotnya di PSE macam Senja Utama n Bogowonto belum bisa mengcover permintaan penumpang jalur selatan. Sementara Bangunkarta sendiri lewat TG-PK-SMT, yang penumpangnya (saat ini) sendiri udah cukup dicover ama ABA, Sembrani, Sindoro dan Senja Utama SMT. Bangunkarta sendiri mengincar segmen yang berbeda dengan KA Bima ataupun Sembrani.

