15-01-2014, 11:01 PM
Stasiun Jebres Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru Solo
SOLO – Stasiun Jebres direncanakan bakal menjadi destinasi wisata bau di Kota Solo. Menyusul adanya penataan yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia.Kepala Pusat Pelestarian dan Arsitektur Desain PT. KAI, Ella Ubaidi mengatakan, penataan sendiri dilakukan karena Stasiun Jebres akan dijadikan stasiun heritage dan fungsinya akan dikembalikan seperti zaman dahulu. Hal tersebut didukung dengan status bangunan stasiun sebagai bangunan cagar budaya.“Kami mendapat masukan dari DTRK, dahulu stasiun Jebres digunakan para pedagang dari berbagai daerah untuk mengangkut dagangan berupa palawija dan sayuran, nanti untuk Stasiun Jebres akan kita arahkan ke sana,†katanya disela-sela kunjungan di Stasiun Jebres , Rabu (15/1/2014).Selain itu, lanjut Ella, nantinya kawasan tersebut juga akan dilengkapi dengan toko suvenir, home stay, dan mini museum kereta api. Penataan tersebtu, bertujuan untuk menambah salah satu destinasi wisata di Solo.“Kalau istilah saya, kita kembali ke memori masa lalu menikmati sejarah kereta api di Stasiun Jebres,†kata Ella.Untuk penataan Stasiun saja, pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyiapkan dana sebesar Rp 400 juta. Dana tersebut digunakan untuk pengecatan dan penataan kios pedagang yang beroperasi di dalam Stasiun Jebres tahun 2014 ini. Sedangkan untuk desain yang lebih besar, Ella menjelaskan dirinya kini tengah membuat desain yang lebih konkrit untuk diajukan ke DTRK.Sementara itu, Kepala DTRK, Endah Sitaresmi menyatakan pihaknya siap bekerjasama dengan PT. KAI terkait penataan kawasan Stasiun Jebres. Pasalnya, DTRK pernah mengadakan sayembara desain kawasan tersebut tahun 2010 silam.“Konsep ini kan dulu sudah pernah kita sayembarakan. Tentunya tidak semua konsep yang diajukan di sayembara akan kita akomodasi. Harus kita sesuaikan dengan kebijakan Pemkot dan PT. KAI,†kata Sita.
SOLO – Stasiun Jebres direncanakan bakal menjadi destinasi wisata bau di Kota Solo. Menyusul adanya penataan yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia.Kepala Pusat Pelestarian dan Arsitektur Desain PT. KAI, Ella Ubaidi mengatakan, penataan sendiri dilakukan karena Stasiun Jebres akan dijadikan stasiun heritage dan fungsinya akan dikembalikan seperti zaman dahulu. Hal tersebut didukung dengan status bangunan stasiun sebagai bangunan cagar budaya.“Kami mendapat masukan dari DTRK, dahulu stasiun Jebres digunakan para pedagang dari berbagai daerah untuk mengangkut dagangan berupa palawija dan sayuran, nanti untuk Stasiun Jebres akan kita arahkan ke sana,†katanya disela-sela kunjungan di Stasiun Jebres , Rabu (15/1/2014).Selain itu, lanjut Ella, nantinya kawasan tersebut juga akan dilengkapi dengan toko suvenir, home stay, dan mini museum kereta api. Penataan tersebtu, bertujuan untuk menambah salah satu destinasi wisata di Solo.“Kalau istilah saya, kita kembali ke memori masa lalu menikmati sejarah kereta api di Stasiun Jebres,†kata Ella.Untuk penataan Stasiun saja, pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyiapkan dana sebesar Rp 400 juta. Dana tersebut digunakan untuk pengecatan dan penataan kios pedagang yang beroperasi di dalam Stasiun Jebres tahun 2014 ini. Sedangkan untuk desain yang lebih besar, Ella menjelaskan dirinya kini tengah membuat desain yang lebih konkrit untuk diajukan ke DTRK.Sementara itu, Kepala DTRK, Endah Sitaresmi menyatakan pihaknya siap bekerjasama dengan PT. KAI terkait penataan kawasan Stasiun Jebres. Pasalnya, DTRK pernah mengadakan sayembara desain kawasan tersebut tahun 2010 silam.“Konsep ini kan dulu sudah pernah kita sayembarakan. Tentunya tidak semua konsep yang diajukan di sayembara akan kita akomodasi. Harus kita sesuaikan dengan kebijakan Pemkot dan PT. KAI,†kata Sita.

