16-01-2014, 03:41 PM
(16-01-2014, 08:29 AM)Hungry Soul Wrote:(15-01-2014, 09:25 PM)stasiunkastephanie Wrote:(15-01-2014, 09:08 PM)juanhalim7 Wrote: yang saya baca di sini sih katanya berdasarkan posisi TD pada sebuah kereta. semakin dekat dengan bogie (yang notabene lebih kerasa guncangannya) makin murah sepertinya
Maaf OOT, tapi ini menyangkut masalah subclass, terutama di Gopar ini.
Gw udah pernah ngobok2 sistem subclass yg diterapkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), kalo diliat dari sistemnya, subclass ini diberlakukan berdasarkan posisi TD & urutan kereta yg dipilih. Jadi, subkelas termurah berada di kereta nomor 1 dg jumlah yg sudah ditetapkan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero), semakin ke belakang, maka akan mendapatkan subkelas yg paling mahal. Jadi, gak ada pengaruhnya mau duduk di deket bogie, di paling tengah, dsb., karena sudah ditentukan subkelasnya masing2. Biasanya, subkelas yg paling mahal (A untuk K1, B untuk K2, C untuk K3) porsinya mencapai 70-80% dari seluruh kapasitas angkut rangkaian, sementara subkelas termurah mendapatkan porsi paling sedikit.
Kembali ke Gopar, sistem subkelas Gopar sebenarnya sama aja dg yg lain, cuman subkelas Gopar yg diberlakukan itu cuman ada 3 subkelas, yaitu A, H, & I untuk K1, B, K, & N untuk K2. Yg pasti, subkelas A & B Gopar mencapai 70-80% dari seluruh seat, begitu juga yg paling murah, paling sedikit juga seatnya. Koreksi ya kalo keliru.
Nambahin ya Jeng Stephie .... Nah kalau dalam suatu kasus dalam satu kereta ada dua subkelas (biasanya persilangan antara subkelas A dan H atau H dan I. Jarang saya lihat persilangan subkelas I dan J.), maka subkelas yang lebih murah sepengetahuan saya dari hasil obok-obok juga, tempatnya cenderung lebih ke dekat pintu, di atas roda, atau kalau gak gitu di lorong. Yah begitulah ...
oke deh. terimakasih atas penjelasan lebih lanjutnya

saya cuma kurang yakin aja sebelumnya. hehe

