11-02-2014, 07:03 AM
Home Politik Nusa
Senin, 10 Februari 2014 | 20:44 WIB
Dua Hari Beroperasi, KA Siliwangi Anjlok
TEMPO.CO, Bandung - Baru dua hari resmi beroperasi, KA Siliwangi yang menghubungkan Cianjur-Sukabumi anjlok. "Saya sekarang di lokasi, memang keretanya anjlok," kata Kepala Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi II Bandung, Zunerfin, saat dihubungi Tempo, Senin, 10 Februari 2014.
Dua gerbong KA Siliwangi yang menempuh perjalanan dari Cianjur menuju Sukabumi anjlok sekitar pukul 13.30 WIB di dekat terowongan Lampegan, Cianjur. Badan salah satu gerbong sempat membentur terowongan Lampegan saat tergelincir, namun tidak sampai merusak konstruksi terowongan.
"Kaitannya dengan terowongan memang agak sedikit benturan, tapi tidak mengganggu konstruksi. Hanya lecet sedikit," ujar Zunerfin.
Menurut dia, sebelah roda pada masing-masing gerbong itu tergelincir dari rel. Dua gerbong itu terpaksa ditinggalkan di lokasi kecelakaan, sementara gerbong lainnya masih bisa meneruskan perjalanan menuju Sukabumi.
Namun, badan gerbong yang tertinggal di rel itu mengakibatkan jadwal perjalanan ketiga, yakni jadwal terakhir KA Siliwangi dari Cianjur serta Sukabumi, dibatalkan. Zunerfin memastikan tidak ada penumpang yang memesan tiket perjalanan terakhir kereta itu hari ini.
Zunerfin mengaku pihaknya masih belum tahu penyebab tergelincirnya roda milik dua gerbong KA Siliwangi karena penyelidikan masih berlangsung.
Dia mengatakan malam ini PT. Kereta Api Indonesia (Persero) masih berusaha mengevakuasi gerbong. Petugas kereta api tengah menaikkan kembali roda kereta yang tergelincir kembali ke atas rel untuk dipindahkan. "Mudah-mudahan malam ini kita bisa langsung selesai. Sekarang sedang dikerjakan."
PT Kereta Api Indonesia resmi mengoperasikan KA Siliwangi sejak 8 Februari 2014. Kereta yang menghubungkan Cianjur-Sukabumi itu melintasi Stasiun Cibeber, Lampegan, Cirenghas, serta Gandasoli. Kereta itu melewati Terowongan Lampegan, terowongan kereta pertama yang dibangun di Jawa Barat oleh Belanda.
AHMAD FIKRI
http://www.tempo.co/read/news/2014/02/10...ngi-Anjlok
Senin, 10 Februari 2014 | 20:44 WIB
Dua Hari Beroperasi, KA Siliwangi Anjlok
TEMPO.CO, Bandung - Baru dua hari resmi beroperasi, KA Siliwangi yang menghubungkan Cianjur-Sukabumi anjlok. "Saya sekarang di lokasi, memang keretanya anjlok," kata Kepala Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi II Bandung, Zunerfin, saat dihubungi Tempo, Senin, 10 Februari 2014.
Dua gerbong KA Siliwangi yang menempuh perjalanan dari Cianjur menuju Sukabumi anjlok sekitar pukul 13.30 WIB di dekat terowongan Lampegan, Cianjur. Badan salah satu gerbong sempat membentur terowongan Lampegan saat tergelincir, namun tidak sampai merusak konstruksi terowongan.
"Kaitannya dengan terowongan memang agak sedikit benturan, tapi tidak mengganggu konstruksi. Hanya lecet sedikit," ujar Zunerfin.
Menurut dia, sebelah roda pada masing-masing gerbong itu tergelincir dari rel. Dua gerbong itu terpaksa ditinggalkan di lokasi kecelakaan, sementara gerbong lainnya masih bisa meneruskan perjalanan menuju Sukabumi.
Namun, badan gerbong yang tertinggal di rel itu mengakibatkan jadwal perjalanan ketiga, yakni jadwal terakhir KA Siliwangi dari Cianjur serta Sukabumi, dibatalkan. Zunerfin memastikan tidak ada penumpang yang memesan tiket perjalanan terakhir kereta itu hari ini.
Zunerfin mengaku pihaknya masih belum tahu penyebab tergelincirnya roda milik dua gerbong KA Siliwangi karena penyelidikan masih berlangsung.
Dia mengatakan malam ini PT. Kereta Api Indonesia (Persero) masih berusaha mengevakuasi gerbong. Petugas kereta api tengah menaikkan kembali roda kereta yang tergelincir kembali ke atas rel untuk dipindahkan. "Mudah-mudahan malam ini kita bisa langsung selesai. Sekarang sedang dikerjakan."
PT Kereta Api Indonesia resmi mengoperasikan KA Siliwangi sejak 8 Februari 2014. Kereta yang menghubungkan Cianjur-Sukabumi itu melintasi Stasiun Cibeber, Lampegan, Cirenghas, serta Gandasoli. Kereta itu melewati Terowongan Lampegan, terowongan kereta pertama yang dibangun di Jawa Barat oleh Belanda.
AHMAD FIKRI
http://www.tempo.co/read/news/2014/02/10...ngi-Anjlok
